pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Utamakan Kepercayaan Pelanggan

HIDUP adalah perjuangan. Tidak berjuang, tidak bekerja, berarti tidak ada penghasilan untuk menyambung hidup. Sekeras apapun beban yang datang, kalau dihadapi dengan semangat, ikhlas dan lapang dada, Tuhan pasti akan memberi jalan keluar. Begitu prinsip yang dipegang Mina dalam berusaha.

Laporan: RAHMA AMRI

Mina tidak memiliki keahlian khusus yang bisa dijadikan modal untuk bekerja. Makanya, kekuatan fisik menjadi pendukung utama. Dia tidak mau tinggal duduk berpangku tangan. Jika ada peluang untuk berusaha, apapun dilakukan, sepanjang halal. Apalagi, suaminya hanyalah pekerja serabutan. Jika ada pekerjaan, dia bisa mengantongi uang belanja. Namun jika sepi pekerjaan, Mina harus putar otak untuk tetap mengepulkan asap dapurnya.
Mina cukup akrab dengan suasana dan orang-orang di Kantor Gubernur Sulsel. Karena sebelum menjajakan kue keliling, dia menjadi pengantar makanan di kantor pemprov. Dia harus bolak balik kantin ke ruangan-ruangan tempat orang memesan makanan. Hingga naik turun tangga ke lantai 4. Mungkin karena dirasa cukup melelahkan, apalagi usianya juga semakin bertambah, diapun memilih pekerjaan lain.
Ternyata, Mina cukup jeli membaca peluang. Kantin di kantor gubernur biasanya baru buka sekitar jam 09.00 wita. Itupun baru sedikit yang menjajakan makanan. Sementara ASN yang tidak sempat sarapan di rumah, butuh asupan makanan sebelum beraktifitas. Kebutuhan ASN itu dimanfaatkan Mina untuk menjajakan kue. Harga aneka penganan yang dijajakan cukup terjangkau. Hanya Rp5.000 untuk empat kue.
Namun, setelah melihat ternyata banyak juga pegawai yang butuh sarapan berat, Mina pun juga mulai menawakan nasi kuning dan songkolo.
Untuk satu bungkus nasi kuning dengan isi telur harganya Rp7.000. Sementara yang komplit ayam dan telur Rp10.000.
Cukup banyak yang merasa terbantu dengan kehadiran Mina.
Wartawan yang posting di Pemprov Sulsel sangat familiar dengan kehadiran Mina.
“Terbantu sekali dengan adanya Mina. Kita bisa sarapan pagi di kantor gubernur, ” ungkap Al, wartawan salah satu media cetak di Makassar.
Dalam menjajakan dagangannya, Mina sangat mengutamakan kepercayaan.
Waktu terus bergulir. Hidup tetap harus diperjuangkan. Sebagai seorang isteri, dia merasa bertanggung jawab untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk bayar kontrakan dan membiayai anak semata wayangnya. Dia berharap anaknya kelak bisa hidup lebih baik dari dirinya.
Di dalam kantong plastik tersebut berisi aneka penganan atau kue tradisional. Mulai dari onde-onde, lemet, pisang goreng, songkolo, risoles, jalangkote, dan beberapa jenis kue lainnya. Dalam sehari, paling sedikit ada 10 macam kue yang dijajakan.
Kue-kue tersebut bukan hasil olahannya sendiri. Melainkan titipan dari sejumlah tetangganya pembuat kue.
Mina berjualan kue di Kantor Gubernur sudah beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, dia menjadi pengantar makanan di kantin Pemprov Sulsel.
Namun, dia kemudian banting setir menjual kue-kue. Untung yang diperoleh dari hasil menjajakan kue tidak seberapa. Sistemnya, bagi hasil. Satu kue yang berhasil finial, Mina mengambil keuntungan Rp100 hingga Rp200. Jika 100 kue laku, Mina hanya mengantongi uang Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
“Tergantung berapaji kue yang saya kasih laku. Kalau banyak, alhamdulillah. Kalau tidak, tetap disyukuri, ” ungkapnya.
Mina menjajakan kuenya bermodal kekuatan. Pasalnya, kue-kue itu dijajakan dengan jalan kaki. Dari rumah kosannya di Jalan Haji Kalla, pagi-pagi saat para pegawai bergegas ke kantor, dia juga sudah sibuk mempersiapkan barang dagangannya.
Dengan penuh harapan dan optimis, dia pun berharap kuenya bisa laris manis.
Kehadiran Mina cukup membantu para pegawai yang tidak sempat sarapan. Menggunakan sistem jemput bola, Mina mendatangi ruangan-ruangan yang ada.
Dia pun membebaskan para pegawai menikmati kue dan menghitung sendiri yang telah dimakan. Mina juga cukup akrab dengan para pegawai, khususnya yang ada di lingkup sekretariat. Tak jarang, ada yang berutang. Namun, Mina tetap mengandalkan kepercayaan para langganannya. (*)



×


Utamakan Kepercayaan Pelanggan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar