MAKASSAR, BKM–Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasar, Kamis (3/5), cenderung berjalan lancar. Setidaknya situasi tersebut dirasakan di SDN Unggulan BTN Pemda Makassar dan SDN Kompleks IKIP Makassar.
Di kedua SD ini, semua siswa terlihat mengikuti UN dengan tertib. Tak ada kendala sama sekali. Semua siswa terlihat membawa lengkap peralatan ujiannya. Para siswa duduk terpisah dengan masing-masing satu meja satu siswa.
Ruangan pun tampak disterilkan menjelang ujian berlangsung. Hanya ada beberapa siswa dalam ruangan dengan dua pengawas di masing-masing ruangan. Suasana tenangpun terwujud saat ujian berlangsung.
Kepala Sekolah SDN Unggulan BTN Pemda Makassar, Dr Andi Agusniati, mengatakan, jika jalannya UN di sekolahnya berjalan sesuai dengan juknis yang ada. Soal yang diberikan kepada siswa juga datang tepat waktu sebelum ujian dimulai.
“Semua lengkap, soal cukup, lembar jawaban cukup. Biasanya saat berjalan ujian, kita masih sibuk foto kopi, hari ini tidak ji. Biasanya juga kita ribut mi di wa karena ada soal yang salah, hari ini Alhamdulillah juga lancar ji,” kata Andi Agusniati.
Ada 77 siswa yang mengikuti UN di sekolah ini. Semuanya hadir tanpa terkecuali.
Jumlah pengawas yang ada di sekolah ini berjumlah delapan orang. Berasal dari empat sekolah, yakni SD Al-Azhar, SDN Kompleks IKIP, SDN Kompleks IKIP 1, dan SD Pertiwi.
Suasana yang sama tampak juga di SDN Kompleks IKIP. Semua berjalan aman dan juga kondusif selama pelaksanaan UN berlangsung.
Ketua Panitia UN SDN Kompleks IKIP, Hj Kasmawati mengatakan, jika pelaksanaan UN di sekolah ini berjalan kondusif. Semua aman terkendali sebelum pelaksaan ujian, sampai berakhirnya ujian.
Jumlah siswa yang mengikuti ujian di sekolah ini berjumlah 90 siswa, semuanya mengikuti tanpa ada yang tak hadir. Pengawasnya berasal dari tiga sekolah, yaitu dari SD Al-Azhar, SD Pemda Makassar, dan SD Inpres Kampus IKIP.
Tak ada kendala, hanya saja dikatakan Hj Kasmawati, ada dua siswanya yang autis, sehingga harus mendapat perlakuan khusus dari para pengawas.
“Bukan kendala ya, tapi memang kita punya dua siswa yang menderita autis. Jadi mereka mendapat pelayanan khusus. Kami dari panitia tetap menekankan para pengawas untuk bimbing mereka, tapi jangan diajar,” kata Hj Kasmawati.
Kedua siswa ini pun dibimbing oleh para pengawas untuk membaca soal hingga cara memilih jawaban. Namun para pengawas tetap tidak mengajar mereka cara mengerjakan soal.
“Jadi mereka dibimbing untuk cara menjawabnya, dari memilih sampai melingkari, tapi tidak kita ajar bagaimana kerjakan soal,” tambah Hj Kasmawati.
Mata pelajaran yang di UN kan kemarin adalah Bahasa Indonesia. UN tingkat SD ini pun akan berakhir pada Sabtu (5/5) mendatang.(nug/war/c)
Tak Ada Kendala di UN Tingkat SD
×

