MAKASSAR, BKM — Pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerussalem yang direncanakan pada 15 Mei 2018 ini, terus menuai polemik.
Berbagai kecaman di lontarkan menolak rencana keji tersebut. Bahkan PBB pun menolak secara aklamasi pada Sidang Majelis Umum (SMU) PBB Kamis, 21 Desember 2017. Dimana 128 negara menolak klaim sepihak tersebut, 32 negara abstain, dan 9 negara menolak.
Namun Amerika tak bergeming. Sidang PBB yang menolak klaim sepihak AS atas ibukota Israel tak digubris.
Hal tersebut, membuat kawasan dan umat Islam geram. Aksi damai menolak langkah ceroboh AS itupun membara dan menyebar.
Di Indonesia MUI, FPI, AQL Islamic Center, Spirit of Aqsha, Wahdah Islamiyah, dan berbagai lembaga di Indonesia sepakat membuat aksi damai di Monas dan di depan Kedubes AS pada Jum’at 11 Mei 2018 menentang keras rencana tersebut.
Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia(LIDMI) yang tersebar di seluruh Indonesia pun mengeluarkan pernyataan sikapnya. Melalui rilisnya yang dikirim ke redaksi beritakotamakassar.com, Ketua Umum PP LIDMI, Hamri menyatakan beberapa poin.
Berikut pernyataan sikap PP LIDMI:
1. Mengecam keras keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel.
2. Menghimbau kepada pemerintah dan seluruh stakeholder terkait untuk tetap dan terus ikut terlibat aktif dalam rangka perjuangan kemerdekaan
3. Rakyat Palestina sebagaimana pijakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar kita bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa.
4. Menghimbau kepada seluruh ormas, lembaga pemuda, lembaga dakwah, lembaga kemahasiswaan, dan lembaga kemanusiaan, serta seluruh kaum muslimin untuk terus melakukan dukungan. Baik dengan pernyataan sikap, bantuan moril maupun materil, hingga doa kepada muslim Palestina.
5. Menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah (PW dan PD) LIDMI se-Indonesia untuk terlibat aktif dalam Aksi Bela Palestina pada hari Jumat, 11 Mei 2018 di daerah masing-masing. Baik dalam bentuk aksi damai, penggalangan dana, kajian tematik, dll.
“Demikianlah surat pernyataan ini kami buat sebagai satu bentuk pertanggungjawaban moril dan bentuk kepedulian nyata untuk kemerdekaan masyarakat Palestina. Kita selalu berdoa semoga Allah menguatkan, melindungi, dan memenangkan kemuliaan muslim Palestina. Teriring salam dan salawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam, keluarga, dan sahabat Beliau,” tegas Hamri. (rls)

