pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ketua GP Ansor Sulsel dan Aktifis IMM Ingatkan Cagub

MAKASSAR, BKM–Suhu politik jelang kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel terus meninggi. Jika sebelumnya pasangan calon saling klaim memiliki elektoral teratas atau tinggi, terus membuat pasangan tersebut melontarkan pernyataan bila hanya kecurangan yang bisa membuatnya kalah membuat elemen lain mulai terganggu.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sulsel, Rusdi Idrus mengingatkan semua pihak, termasuk Kubu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) untuk tidak mendahului kehendak Tuhan, terutama mereka yang menggiring opini hanya kecurangan yang bisa mengalahkannya.

Rusdi Idrus menegaskan, jika benar ada kubu yang menggiring unggul survei, lalu menyebut hanya kecurangan yang bisa mengalahkannya, maka itu sama saja pernyataan yang sangat arogan ,sombong dan takabbur.
“Jika pernyataan itu benar, maka itu adalah bentuk kesombongan dan menafikan atas kehendak dan kemauan Allah SWT,” kata Rusdi.
Menurutnya, setiap usaha memang memerlukan keyakinan. Akan tetapi, memastikan sesuatu diluar dari kehendak Tuhan, maka sama halnya adalah takabbur.
“Memang dalam setiap usaha harus dibarengi keyakinan. Akan tetapi jauh lebih penting dan beradab jika usaha yang telah dilakukan diserahkan segala hasilnya atas kehendak Allah SWT,” tandasnya.

Hal sama dikemukakan Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sekaligus Direktur Public Policy Network, Rizal Pauzi.
Menurut Rizal, dalam kontestasi politik, persaingan itu wajar terjadi. Namun yang tidak lumrah adalah hasil survei dijadikan sebagai patokan untuk menggiring opini masyarakat bahwa hanya tindakan kecurangan alias jekkong yang bisa mengalahkan mereka jika kandidat lain ingin memenangkan pertarungan.

Penggiringan opini seperti itu, bagi aktivis IMM ini terlalu tendensius bahkan merupakan bagian teror demokrasi.
“Penggiringan opininya terlalu berlebihan. Ini disebut bagian dari teror demokrasi,”ujarnya, Jumat (18/5).
Apalagi pernyataan tersebut bisa berdampak besar terhadap tatanan demokrasi yang terbangun. Bahkan bisa memantik timbulnya konflik di masyarakat. Baik antar pendukung maupun lainnya.

GP Ansor Disebut tak Netral

GP Ansor Sulsel terkesan tak netral dalam Pilgub Sulsel. Hal itu tampak dengan adanya pernyataan Ketua GP Ansor Sulsel, Rusdi Idrus yang diduga hanya menyinggung kandidat tertentu saja.
Rusdi Idrus mengingatkan pasangan NH-Aziz dan pasangan NA-ASS. Padahal, GP Ansor sebelumnya menyatakan sikap tidak akan ikut-ikutan dalam berpolitik praktis pada Pilkada Serentak 2018. Sebelumnya, Sekjen DPP Ansor Adung Abdul Rahman saat menggelar Rakornas menegaskan bila secara organisasi Ansor tak boleh berpolitik praktis.
Wakil ketua Ampi Sulsel Rio Saputra mengatakan, jika pernyataan Rusdi Idrus benar hanya mengkritik NH-Aziz dan NA-ASS, artinya GP Ansor Sulsel tak netral di Pilgub Sulsel. Meski begitu, ia menilai, pernyataan Rusdi selaku Ketua GP Ansor itu hanya dipelintir oleh oknum tim media kandidat tertentu. “Kalau memang tendensius seperti itu, artinya ada dugaan memang sudah tak netral. Tapi saya pikir itu hanya dipelintir saja pernyataannya. Hal seperti ini, masyarakat harus hati-hati,” tuturnya. (rif)



×


Ketua GP Ansor Sulsel dan Aktifis IMM Ingatkan Cagub

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar