GOWA, BKM — Jambore Pramuka Cabang Gowa XIl yang berlangsung enam hari di bumi perkemahan Caddika, Desa Pa’bentengang, Limbung, Kecamatan Bajeng, mulai dibuka Senin (26/10).
Jambore yang diikuti sebanyak 1.780 anggota Pramuka tingkat Penggalang atau setingkat siswa SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Gowa ini dibuka Sekkab Gowa, H Muchlis dihadiri Ketua Kwarcab Gowa, H Mapparessa Tutu dan jajaran Kwarran dan undangan lainnya.
Jambore yang akan berlangsung hingga 31 Oktober ini menurunkan 778 Pramuka putri dan 1.002 Pramuka putra. Ribuan anggota Pramuka yang hadir ini dibina 224 orang pembina yang terdiri dari 97 orang pembina putra dan 127 orang pembina putri dengan 212 jumlah pangkalan.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana, H Idris Faisal Kadir menjelaskan, jambore yang mengangkat tema ‘Mandiri, Berprestasi dan Berkarakter’ ini merupakan perkemahan besar bagi anggota Pramuka Penggalang yang dilaksanakan lima tahun sekali sebagai wahana dan sarana pendidikan yang strategis untuk mengembangkan wawasan, memupuk jiwa persatuan dan kesatuan serta latihan kepemimpinan bagi Pramuka Penggalang sebagai kader pembaharuan bangsa di masa depan.
Sambutannya, Sekkab Gowa, H Muchlis mengatakan gerakan Pramuka merupakan suatu sistem pendidikan non formal yang membantu dan melengkapi pendidikan formal. Gerakan Pramuka membentuk watak, karakter dan kepribadian nasional generasi muda bangsa,” kata Sekkab yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana Jambore Cabang Gowa XII ini.
“Perkokoh peran Gerakan Pramuka sebagai sistem pendidikan nasional bagi kaum muda yang dapat mencetak bibit unggul pemimpin masa depan bangsa, jadikan pula Gerakan Pramuka sebagai pelindung kaum muda dari potensi ancaman radikalisme, terorisme, serta penyalahgunaan narkoba,” kata Muchlis.
Jambore Cabang ini merupakan salah satu upaya untuk mengaktifkan kembali berbagai kegiatan kepramukaan sekaligus ajang mempersiapkan calon peserta Kwarcab Gowa mengikuti Jambore Nasional tahun yang akan digelar Agustus pada 2016 di Cibubur, Jakarta.
Terpisah, Ketua Kawarcab Gowa, H Mapparessa Tutu mengaku prihatin dengan kondisi bangunan yang dimiliki dalam kawasan bumi perkemahan Caddika tersebut.
Ada sekitar enam bangunan yang selama ini menjadi kantor pengelola dan sekretariat Kwarcab.namun sama sekali tidak layak lagi dipakai,” katanya.
“Dulu Caddika ini merupakan kawasan perkemahan yang sangat dibanggakan tapi sekarang suasananya lain. Bangunan-bangunannya sudah tidak terurus lagi. Makanya kita akan menghadap ke Bupati Gowa untuk mengusulkan agar bumi perkemahan ini dibenahi kembali,” kata Mapparessa Tutu. (sar-ril/c)
1.780 Anggota Pramuka Berlaga di Caddika
×

