MAMUJU, BKM — Kabut asap yang kini melanda Provinsi Sulbar tak lain akibat adanya beberapa titik api yang terjadi di kawasan hutan lindung maupun di kawasan perkebunan masyarakat. Akibat kepungan kabut asap ini, telah menghambat aktivitas penerbangan di Bandara Tampapadang. Kondisi ini telah membuat Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh jadi prihatin.
Menurut Anwar, kabut asap ini selain mengganggu aktivitas jalur penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara Tampapadang Mamuju, juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Untuk menghentikan terjadinya kebakaran hutan lindung dan pembakaran lahan masyarakat, beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Pemkab Polman) melalui bupatinya, H Andi Ibrahim Masdar.
”Langkah itu kami lakukan untuk meminta adanya kerjasama dari Pemkab dalam rangka meredam terhadap permasalahan titik api agar bisa ditangani dengan cepat,” ujar gubernur.
Selain itu, tambahnya, ia juga telah melakukan rapat bersama seluruh stakeholder yang ada pada wilayah Sulbar. Langkah ini untuk mengantisipasi permasalahan lahan dan hutan yang mengalami kebakaran di wilayah Sulbar, khususnya yang berada di Kabupaten Polman dan Mamasa.
”Bahkan untuk masalah titik api yang ada di wilayah Polman, baik petugas bersama Pemkab Polman telah melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Gubernur juga mendesak kepada masyarakat pemilik lahan untuk menghentikan pembakaran sisa-sisa sampah kering yang ada di lahannya. Soalnya, jika dilakukan pembakaran sampah maupun rumput-rumput yang telah dibersihkan di lahannya, itu bisa berdampak fatal ketika ada angin yang bertiup kencang.
”Jadi sampah yang terbakar dan tertiup angin kencang, bisa jadi terbang ke titik lain. Sehingga bisa menimbulkan masalah baru lagi. Jadi jangan ada lagi pembakaran sisa sampah kering maupun rumput-rumput yang dibersihkan,” tandas Anwar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Faharuddin, ketika dihubungi BKM via telepon selulernya, Minggu (25/10), mengatakan, pihaknya bersama petugas penanggulangan bencana baik dari pihak PSDA Sulsel, saat ini sudah ada di wilayah lokasi yang terbakar, yakni di Kandeapi dan Losu, Kabupaten Polman.
”Lahan yang terbakar itu sudah kami redam. Semua titik api baik yang berada di lokasi Kabupaten Mamasa maupun di Kabupaten Polman, sudah kami redam,” katanya.
Meski demikian, tambahnya, pihaknya bersama para petugas tetap melakukan pemantauan pada lahan yang telah terbakar. ”Kami bersama para petugas lainnya, terus berada di lokasi titik lahan yang terbakar. Dan semuanya sudah kami antisipasi. Apinya sudah berhasil kami redam,” katanya. (ala/mir/c)
Gubernur Desak Pemkab Pantau Kebakaran Lahan
×

