Kreatifitas anak muda saat ini patut diacungi jempol. Waktunya tidak melulu dihabiskan dengan nongkrong tanpa kegiatan yang berarti. Tetapi, mereka juga bisa membuat prestasi di bidang akademik.
Laporan: Rahma Amri
Seperti yang dilakukan sejumlah pelajar SMP Negeri 2 Kabupaten Takalar yang menggunakan waktu luangnya untuk menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Ketiga pelajar itu adalah Muhammad Abid Al Fajri Haris, Nurul Izzah Fajriani, dan Nur Hasri Indah Sari. Ketiganya berhasil menemukan baterai ramah lingkungan yang bersumber dari buah pare atau lebih dikenal dengan nama paria di daerah ini.
Mereka mampu menguak potensi dan kegunaan lain buah bercita rasa pahit itu dengan melalui penelitian laiknya para ilmuwan. Penemuan pelajar-pelajar berprestasi itu ternyata mendapat pengakuan hingga tingkat nasional dan didaulat sebagai salah satu penemuan terbaik tingkat SMP di Indonesia tahun ini dari tujuh provinsi binaan USAID.
Penemuan mereka itupun ditampilkan dan dipresentasikan di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu.
Apresiasi Menteri Pendidikan terhadap hasil temuan itu cukup luar biasa. Mendiknas pun sangat kagum atas penemuan ketiga pelajar asal Takalar ini.
Menurut Muhammad Abid Al Fajri Haris, buah pare merupakan sumber energi terbaru yang ramah lingkungan dan mampu menggantikan baterai yang mengandung amonium clorida dan mangan dioksida yang dapat menyebabkan pencemaran tanah. Penemuan itu sudah diujicobakan pada jam dinding. Baterai alami tersebut mampu menggerakkan jam dinding
Dia menuturkan, untuk membuat baterai ramah lingkungan itu, dia dan kedua temannya melakukan penelitian sekitar sebulan. Melalui metode trial and error.
Awalnya, ujicoba dilakukan melalui buah nenas. Namun, buah bercita rasa manis asam itu ternyata mengandung alkohol yang sifatnya non elektrolit. Perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap buah jeruk dan apel. Namun ternyata penelitian itu sudah ada yang melakukan sebelumnya. Setelah melakukan penelitian berulang-ulang, ketiga pelajar ini pun memilih buah pare untuk diuji coba. Ternyata, buah pare mengandung senyawa basa yang bisa menggantikan serbuk karbon dalam baterai. “Buah pare itu memiliki ion hidroksida OH negatif sehingga dapat mengantarkan listrik,” ungkapnya. (rhm/cha/b)

