MAROS, BKM — Bupati Maros, HM Hatta Rahman kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Maros. Menyusul banyaknya warga Maros mengeluhan susahnya mendapatkan KTP Elektronik (KTP-El) dari Disdukcapil.Dalam sidak tersebut, Hatta menemukan pemicu tidak keluarnya KTP-El dikarenakan habisnya tinta yang biasa digunakan untuk mencetak KTP. Karenanya, Disdukcapil hanya mengeluarkan surat keterangan domisili yang berlaku selama enam bulan bagi warga Maros yang membutuhkan KTP.
”Kami terima laporan tentang susahnya masyarakat mendapatkan KTP-El. Setiap kali ke sini, mereka hanya diberikan surat keterangan domisili atau KTP sementara. Tentu jika itu terjadi, pasti ada masalahnya. Makanya, kami ingin tahu secara langsung permasalahan utama, mengapa masyaralat hanya mendapatkan surat keterangan domisili. Bukan KTP-El. Ternyata, memang permasalahan utamanya adalah, Disdukcapil kehabisan tinta untuk mencetak KTP,” ujar Hatta Rahman di sela-sela Sidak, kemarin.
Ditambahkan, untuk menghindari berlarut-larutnya permasalahan ini, Hatta meminta kepada instansi terkait untuk berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Maros untuk menganggarkan pengadaan pembelian tinta pencetakan KTP.
”Ternyata tinta yang digunakan bukan sembarang tinta. Makanya harus dibeli di Jakarta. Kami minta Disdukcapil secepatnya berkoordinasi dengan badan keuangan untuk pembelian tinta. Supaya permasalahan ini tidak lagi berlarut-larut ditangani,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan dan Penyajian Data Disdukcapil Kabupaten Maros, Afdali Ras, menambahkan, antre pengurusan KTP-El sudah berlangsung selama sepekan. Karena Disdukcapil kehabisan tinta pencetak KTP.
Ia mengaku, tinta pencetakan KTP habis, dikarenakan tingginya animo masyarakat untuk memiliki KTP elektronik. Dalam sepekan, Disdukcapil bisa mencetak KTP-El sebanyak 250 lembar. (ari/mir/c)
Banyak Warga Maros Susah Dapat KTP-El
×

