GOWA, BKM–Jambore Sepeda Lipat Nasional ke 8 akan digelar pada 15 September mendatang. Terkait rencana ini, pengurus Sepeda Lipat Makassar (SLIM) melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang bakal menjadi sasaran lintasan para pesepeda peserta jambore tersebut.
Salah satu daerah lintasan/rute jambore sepeda ini adalah Kabupaten Gowa. Sehubungan masuk dalam jalur lintasan peserta jambore, maka SLIM pun menemui Bupati Gowa, Kamis (2/8/2018) siang.
Yuli Prioyono, selaku Ketua Sepeda Lipat Makassar (SLIM) dalam audiensnya ke Bupati Gowa mengatakan, Gowa menjadi salah satu rute dalam jambore ini. “Kami memutuskan untuk membuat jalur yang melalui beberapa tempat di Kabupaten Gowa, salah satunya Makam Sultan Hasanuddin dan Museum Balla Lompoa. Karena itu kami harus koordinasi dengan Pemkab Gowa,” kata Yuli Priyono.
Yuli Priyono mengatakan, untuk jambore ini peserta akan melalui beberapa jalan di Kabupaten Gowa. Peserta akan melakukan start di Rotterdam Makassar.
“Dari situ kita ke Katangka lanjut ke Makam Sultan Hasanuddin, lewat depan rujab Bupati Gowa, lalu lewat depan Masjid Syekh Yusuf, lalu ke Balla Lompoa. Di Balla Lompoa inilah kami memutuskan singgah dan memperkenalkan pariwisata, seni kebudayaan dan kuliner yang ada di Kabupaten Gowa,” jelas Yuli Priyono.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyambut antusias rencana jambore sepeda lipat tersebut. “Secara tidak langsung akan memperkenalkan Kabupaten Gowa pada masyarakat luas. Apalagi peserta diikuti sekitar 1.300 peserta dari seluruh Indonesia. Tentu saya sangat bersyukur karena Gowa akan makin dikenal masyarakat luas. Insyaallah nanti ketika rest area di Balla Lompoa meskipun sedang ada perbaikan tapi halamannya tetap bisa digunakan, kami akan fasilitasi khususnya penyambutan dengan tunrung pakanjara dan tarian khas kami, serta snack kuliner akan kami siapkan,” kata Adnan.
Adnan berharap kegiatan jambore sepeda ini berjalan dengan lancar dan Kabupaten Gowa dapat dikenal oleh masyarakat luas. (saribulan)

