pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Calon Dokter Hewan Mati tak Wajar

MAKASSAR, BKM — Jarum jam baru menunjuk pukul 00.15 Wita. Malam baru saja mengganti hari, dari Kamis (23/8) ke Jumat (24/8).
Sebuah rumah di Jalan Kerabat, Tamalanrea ramai didatangi warga. Belakangan diketahui bahwa seorang bernama Ahmad Taqwa alias Wawan (21) ditemukan sudah tak bernyawa. Dia seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin yang kos di Pondok Garuda.
Kematian Wawan begitu mengundang tanya. Sebab ketika ditemukan, di lokasi terdapat bercak darah. Ada pula luka di bagian kepala sang calon dokter hewan.
Jasadnya terapung di dalam kolam ikan. Muhamad Sadiq (25), sepupu almarhum yang pertama kali menemukannya.
Dimintai keterangan sebagai saksi, Sadiq menuturkan, saat ditemukan mulut korban berbusa. ”Awalnya saya hendak masuk ke dalam rumah. Begitu saya menoleh ke arah kolam ikan, di situ ada tubuh korban dalam posisi telentang. Saya kemudian memanggil warga untuk melihatnya. Ternyata sudah meninggal,” ujar Sadiq.
Tak lama berselang, aparat Polsek Tamalanrea tidak di lokasi. Menyusul tim Inafis Polrestabes Makassar, dan tim Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara. Selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengambil keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Tamalanrea Kompol Bachtiar belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Pihaknya masih menunggu hasil olah TKP serta pemeriksaan dari tim Dokkes.
”Untuk motifnya, belum kita ketahui. Namun dari keterangan saksi yang pertama kali menemukannya, ia melihat tubuh korban tanpa busana dengan kondisi telentang di kolam ikan Pondok Garuda. Tim Dokkes masih melakukan penyelidikan terhadap kematian korban. Hasilnya belum bisa diketahui. Penanganan kasusnya diambil alih Polrestabes,” ujar Kompol Bachtiar.
Jumat pagi (24/8) sekitar pukul 10.00 Wita, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar turun langsung ke lokasi kejadian. Perwira dengan tiga melati di pundaknya itu terlihat memanjat pagar yang berada di belakang tempat tinggal korban. Ia menggunakan tangga.
Tak sampai di situ. Irwan Anwar juga memanjat di tempat lain dari mobil yang digunakannya. Selanjutnya naik ke atas tembok. Hal itu dilakukannya, karena pintu pagar di TKP dalam keadaan tergembok.
Kapolrestabes turun langsung, mengingat sebuah kasus yang pernah ditanganinya di Depok. Saat itu kematian korban dinilai tak wajar.
“Kami menduga ada yang tak wajar dalam kematian korban. Karenanya saya turun langsung melakukan penyelidikan. Dugaan sementara ada sebuah tindakan kekerasan yang dialami korban,” ujar Kombes Irwan Anwar.
Pria yang pernah bertugas di Unit Cyber Mabes Polri ini menegaskan, ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban. Tepatnya pada bagian belakang kepala.
“Ada dugaan tak wajarlah. Pertama, saat dikakukan olah TKP ditemukan bercak darah di area kolam. Darah itu menjadi petunjuk dalam penyelidikan yang kami lakukan. Tapi ini baru dugaan saja. Otopsi bisa dilakukan apabila kasus ini terungkap. Itu kewenangan dari penyidik,” jelas Irwan.
Penjelasan Irwan senada dengan AKP Zulkarnaen, Perwira Urusan Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Sulsel. Dia mengatakan, setelah pihaknya melakukan olah TKP, pada kepala bagian belakang korban terdapat luka bekas diduga terkena benda tumpul.
“Di bagian kepala korban terdapat luka bekas terkena benda tumpul. Ada pula dua titik bercak darah di kolam,” sebutnya.
Informasi yang diperoleh kepolisian dan BKM di lapangan, korban baru saja usai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Semestinya ia pulang kampung. Namun karena ia ada tugas penting, sehingga korban memeriksa hewan yang berada di tempat lain. (ish/rus)



×


Calon Dokter Hewan Mati tak Wajar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar