pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Jaksa Diminta Dalami Kasus RSU Bantaeng

MAKASSAR, BKM — Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi mendesak penyelidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar serius untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Prof Dr Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng.
Penanganan kasus yang telah naik ke tahap penyelidikan itu, sejauh ini terkesan berjalan di tempat. Diketahui, bahwa proyek RSUD Bantaeng telah menelan anggaran sebesar Rp64 miliar dari anggara APBN Pokok, tahun 2009-2010.
“Kami minta agar pihak Kejati serius dalam menuntaskan kasus ini, jangan hanya mendiamkannya saja,” kata wakil direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun, Minggu (1/11).
Kata Kadir, kasus yang telah ditingkatkan ke tahap penyelidikan harus disertai upaya untuk menindklanjutinya secara serius. Kejati dinilai lemah, karena hingga kini belum ada upaya untuk mengusut siapa-siapa saja yang dianggap bertanggung jawab dalam proyek ini.
Kader juga menegaskan, bahwa kasus ini sedianya mengalami progres, salah satunya dengan melakukan pendalaman serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui seputar proyek tersebut.
“Kalau pihak-pihak yang dipanggil tidak bisa memenuhi panggilan, penyelidik dong yang seharusnya punya inisiatif untuk bisa memeriksa saksi-saksinya, jangan hanya menunggu saja kalau perlu penyelidiknya yang ke Bantaeng,” tandasnya.
Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Mulyadi, mengaku berhati-hati dalam menangani kasus ini.
“Kita harus berhati-hati dalam menangani setiap kasus, kita tidak ingin dalam menangani perkara secara asal-asalan,” ujar Mulyadi.
Sekedar dikeatahui, Rumah sakit rencananya akan dibangun hingga 8 lantai dan akan dilengkapi fasilitas modern. Namun sejak dikerjakan pada Mei 2009 lalu, hingga kini proyek tersebut belum juga rampung. Sementara proses pembangunannya sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp64 miliar. Proyek dianggarkan secara bertahap. Tahap pertama proyek tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar, tahap kedua sebesar Rp14 miliar dan tahap ketiga sebesar Rp 30 miliar.
Rumah sakit ini berdiri diareal reklamasi, sekitar pantai kota Bantaeng, dengan menggunakan lahan seluas 3,5 hektar. (mat-ril/c)



×


Jaksa Diminta Dalami Kasus RSU Bantaeng

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar