MAKASSAR, BKM–Tiga ketua partai politik di Sulawesi Selatan yang menjadi pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di Pemilihan Presiden (Pilpres) terlihat kurang bersemangat.
Hal tersebut terbukti ketika pembentukan tim yang diketuai Andi Idris Manggabarani (IMB) yang tak lain adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel. Para elit Demokrat kurang berminat, demikian pula elit Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sejak awal Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi dikabarkan mendorong agar Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe sebagai Ketua tim, namun kurang mendapat respon. Tak hanya itu, terpilihnya Ketua DPD Gerindra Sulsel IMB selaku ketua tim bisa jadi membuat kerja-kerja tim akan tidak maksimal. Hal itu sudah terbukti ketika Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe hanya mengutus dua pengurusnya yakni Selle KS Dalle dan Haidar Majid untuk menghadiri penentuan ketua tim.
Demiklian pula Kahfi hanya mengutus Andi Yusran Paris dan Usman Lonta mengikuti pertemuan. Berbeda dengan Ketua DPW PKS Surya Dharma yang sama sekali tidak mengutus pengurusnya.
Isu terbaru yakni keluarnya hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang salah satu poinnya yakni parpol pengusung utama di Pilpres lebih diuntungkan dari pada parpol koalisi yang ikut menjadi pengusung. Parpol pengusung utama akan lebih diuntungkan pada pemilu legislatif (pileg) yang digelar bersmaan dengan Pilpres.
Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Andi Irwandi Natsir mengaku tidak sependapat dengan hasil survei LSI. Menurutnya, kemenangan di pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang, bukan hanya di tentukan oleh variabel pasangan calon presiden dan wakil presiden. Banyak variabel lain yang dapat menentukan aprpol menang di Pileg atau kalah. “Yang juga dominan, sebutlah soal ketokohan dan tingkat penerimaan masyarakat terhadap susuan calon anggota legislatif yang diusung partai serta kerja-kerja politik dari setiap caleg dan manajemen kepartaian yang dilakukan oleh masing-masing partai,”ujar Irwandi Natsir.
Anggota DPRD Sulsel ini menilai kalaupun Partai Gerindra yang diuntungkan atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diuntungkan dengan hadirnya kader kader yang terasosiasi kuat dengan dua partai tersebut tidak masalah yang pasti PAN dapat lolos parlimentary treshold, selanjutnya bersama sama Prabowo-Sandiaga Uno mengelola pemerintahan Indonesia kedepan.
Rasa Kebersamaan yang kuat partai pengusung Prabowo-Sandi minus demokrat Insha Allah akan memberikan kejutan di hasil Pileg nanti, apalagi masih tersisa pemilih mengambang yang cukup besar sampai 25 persen lebih. “Swing voter yang besar tersebut akan terdistribusi secara baik ke beberapa partai pengusung jikalau ritme calon yang diusung koalisi Prabowo-Sandi memberikan trend dan pesan positif ke masyarakat,”ucapnya.
Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel Selle KS Dalle menegaskan bila partainya di Sulsel tetap solid untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres nanti.”Demokrat di Sulsel tetap solidlah,”ujar anggota DPRD Sulsel ini. (rif)
Elit PKS, PAN dan Demokrat “Kurang Semangat”
×

