GOWA, BKM — Kepala SMAN 22 Gowa, Raehana Kadriah akhirnya bersuara setelah berkali-kali dihubungi untuk dikonfirmasi terkait tudingan menampar siswanya bernama Novia Ramdhani pada Rabu 26 September lalu.
Raehana melalui bantahannya yang dilayangkan ke media pada Jumat (5/10/2018) malam menegaskan bahwa dirinya tidak menampar siswanya tersebut sebagaimana pengakuan Novia Ramdhani kepada orangtuanya dan kepada berbagai pihak lainnya.
“Apa yang dikatakan siswa saya itu tidak benar,” kata Raehana.
Raehana pun membeberkan kronologis kejadiannya. Saat itu kata Raehana, dirinya mendapati Novia siswi kelas XI IPS sedang belajar di ruang kelasnya dan mengenakan baju putih sekolah tapi mengenakan juga celana training padahal dalam aturan sekolah siswa tidak dibenarkan mengenakan pakai olahraga disaat bukan jam mata pelajaran olahraga.
Karean dianggapnya tak sopan maka Raehana pun masuk ke kelas XI dan menegur Novia agar menggantinya dengan seragam putih abu-abu.
“Saat saya tegur, siswi tersebut menjawab dengan cara yang kurang sopan, bahkan membantah dan berkata kasar kepada saya selaku guru dan kepala sekolahnya. Karena perilaku anak ini tak beretika maka saya memanggil Novia ke ruangan Unit Kesehatan Siswa (UKS) kemudian saya nasehati tapi dia (Novia) tetap berbicara kasar dan tidak sopan,” beber Raehana.
Saat itu juga menurut Raehana, Novia bersikeras untuk pulang, padahal jam pelajaran masih berlangsung sehingga tidak diperbolehkan pulang olehnya.
“Setelah saya larang dia pulang, Novia malah mengoceh, makanya sontak mulutnya saya tepuk satu kali supaya berhenti mengoceh. Setelah itu akhirnya Novia mengganti celana trainingnya dengan rok lalu masuk kembali ke ruang kelasnya untuk belajar,” kata kepsek.
Ternyata Kamis 27 September kata kepsek, orangtua Novia datang menyampaikan bahwa anaknya ditampar oleh kepala sekolah.
“Hari itu (kamis) saya tidak sempat ketemu dengan orangtua Novia karena sedang ada tamu dari Tim Supervisi Sekolah, sehingga oleh Wakasek Kesiswaan orangtua Novia diminta kembali lagi ke sekolah pukul 12.00 Wita. Tapi saya tunggu sampai sore hari tapi orangtua Novia tidak datang. Makanya untuk mengklarifikasi informasi dari siswa Novia, maka orangtua siswa bersangkutan saya undang ke sekolah pada Jumat 28 September lalu,” kata kepsek.
Dan pada Jumat itu baik Novia maupun orangtuanya datang dan diterima kepsek bersama wakasek serta wali kelas.
“Saat pertemuan Jumat itu, Novia mengaku sendiri bahwa tidak benar dia ditampar oleh saya kepala sekolahnya. Karena itu dalam pertemuan tersebut disepakati oleh rapat dewan guru untuk melakukan pembinaan terhadap siswa bersangkutan. Tujuannya agar Novia tidak terbiasa menyampaikan berita bohong lagi kepada orangtuanya, maka diputuskan untuk sementata Novia diserahkan ke orangtuanya dan orangtuanya diberi kesempatan untuk melakukan pembinaan terhadap anaknya di rumah atau kami skorsing dalam waktu satu minggu,” kata Raehana mengklarifikasi.
Sebelumnya, Novia membeberkan jika dirinya ditampar oleh kepseknya hanya gegara dia mengganti roknya dengan celana training lantaran rok abu-abu yang dikenakannya ternoda akibat sedang ‘berhalangan’. Karena itulah Novia mengaku ditampar oleh Raehana selaku Kepala SMAN 22 Gowa. (saribulan)

