LUWU, BKM — Warga yang mengatasnamakan dirinya Forum Komunikasi Masyarakat Sassalu memprotes proyek pembangunan jembatan Keppe di wilayah Desa Rante Bellu, Kecamatan Larompong. Mereka tidak menerima model konstruksi jembatan yang tengah dalam pembangunan karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengendara yang melintas di atasnya.
Proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan Balai Besar Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berlokasi di jalan nasional, tepatnya poros trans Sulawesi tersebut cukup riskan. Jembatan ini berisiko runtuh ketika musim penghujan melanda daerah tersebut, yang juga bersamaan dengan abrasi air laut.
Warga meminta agar konstruksi jembatan diubah, yang saat ini hanya menggunakan box calver di bagian tengah sebagai landasan penyangga. “Penggunaan box calver cukup berbahaya ketika musim penghujan datang dan ada abrasi. Dari pengalaman sebagai warga setempat, kami melihat jika banjir melanda, sampah seperti kayu akan tersangkut di box calver jembatan yang ditakutkan dapat meruntuhkan jembatan. Kalau saja banyak sampah tersangkut dan air sungai deras menghantam, apakah bisa dijamin keselamatan warga ketika jembatan runtuh,” kata Herman Alias bersama belasan warga Forum Komunikasi Masyarakat Sassalu dihadapan Komisi III di gedung pertemuan DPRD Luwu, Rabu (4/11).
Penyampaian dan penerimaan aspirasi ini dihadiri Kadis Binamarga Ridwan Tumbalolo, Ketua Komisi III Kasruddin serta dua anggota lainnya, yakni Summang dan Rusli Sunali. Termasuk Hasdir, legislator dapil I Luwu yang membawahi Keppe.
Menurut Herman, sebelumnya mereka sudah pernah menyampaikan permintaan kepada rekanan untuk mengganti konstruksi jembatan agar lebih aman. Namun kekhawatiran warga itu tidak direspons oleh pelaksana proyek.
”Untuk itu kami sengaja datang ke anggota DPRD dan meminta agar dilakukan peninjauan ke lokasi proyek jembatan. Selain itu, kami ingin agar pembangunan jembatan tersebut dihentikan jika menggunakan konstruksi awal karena sangat rawan,” terang Herman.
Warga juga mendesak anggota DPRD untuk mengeluarkan rekomendasi yang kemudian diteruskan kepada balai besar agar pekerjaan proyek jembatan tersebut ditinjau ulang. Atau menerbitkan rekomendasi untuk menghentikan pembangunan jembatan.
Menyikapi tuntutan warga, Ketua Komisi III Kasruddin berjanji akan menerbitkan surat rekomendasi untuk diserahkan kepada balai besar, sekaligus rekomendasi penghentian pembangunan jembatan. DPRD berencana pada Senin mendatang akan mendatangi balai besar untuk membicarakan persoalan teknis pembangunan jembatan yang dituntut oleh warga.
“Kita akan ke balai bersama-sama untuk mencari solusi pembangunan jembatan di Keppe. Rekomendasi penghentian pengerjaan proyek negara tersebut akan diserahkan kepada pihak Balai Besar. Karena itu, kami minta warga untuk menunggu proses yang akan ditempuh melalui rekomendasi yang akan kami bawa. Hari Senin kita akan temui mereka. Kalau perlu Balai Besar yang akan kita hadirkan di DPRD untuk membahas persoalan ini. Mereka harus bertanggung jawab “kata Kasruddin yang di amini Rusli Sunali dan Summang. (wan/rus/b)
Rawan Runtuh, Warga Minta Proyek Jembatan Keppe Dihentikan
×

