MAKASSAR, BKM — Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2016 seharusnya sudah ditetapkan per 1 November 2015 lalu. Namun, hingga saat ini, besar upah minimum untuk para pekerja tersebut masih mengambang, karena terjadi tarik ulur kepentingan antara pengusaha dan perwakilan para buruh.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pun sangat berhati-hati dalam meneken besaran UMP yang akan berlaku selama setahun ke depan.
Secara diplomatis, ketika ditanyakan kenapa penetapan UMP molor dari jadwal yang ditentukan, Syahrul berkata, UMP yang ditetapkan tak boleh merugikan pengusaha dan buruh.
Kendati menyatakan keberpihakannya terhadap pekerja, namun pihaknya juga tetap memperhatikan kemampuan pengusaha dalam memberikan upah. Apalagi jika lonjakan UMP terlalu tinggi.
Ia menjelaskan, saat ini kedua belah pihak tengah dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menentukan besaran UMP yang akan direkomendasikan.
Syahrul mengakui, sebelumnya Dewan Pengupahan Sulsel telah memberikan 3 opsi sebagai rekomendasi, namun selisih besaran dari opsi yang diberikan terlalu tinggi.
Saat ditanya mengenai kemungkinan ia mengambil opsi tengah, yakni sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015, Syahrul belum mau memberi kepastian.
Ia mengatakan, semua pihak harus rasional, apalagi ia telah mengatakan pada pengusaha, bahwa ia telah menjamin keuntungan mereka di Sulsel, olehnya itu ia meminta agar pengusaha menyejahterakan pekerjanya.
Namun peran dan jasa pengusaha juga tidak bisa dikesampingkan. Hal itu dikatakannya dapat dilihat saat terjadi krisisi beberapa waktu lalu, olehnya itu ia menyatakan terimakasih pada pengusaha.
“Saat krisis mereka mau melakukan PHK, namun mereka membatalkan dan sudah 2 kali memberi toleransi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sulsel, Simon Lopang, berpendapat akan sulit menyatukan pendapat dari pihak pekerja dan pengusaha.
Apalagi sebelumnya mereka telah bertemu sebanyak 2 kali berturut-turut, namun tidak ada titik temu sehingga memunculkan 3 opsi rekomendasi.
Namun ia yakin, gubernur akan bijak dalam meneken UMP yang tidak akan membebani dua belah pihak. (rhm/war/c)
Penetapan UMP Masih Tarik Ulur
×

