pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mulai Mengelap Kendaraan Hingga Membungkus Helm Agar tak Basah

TAK BANYAK masyarakat Kota Makassar yang memilih menjadi tukang parkir sebagai pekerjaannya untuk menyambung hidup dan menafkahi keluarganya. Berbeda dengan Abdul Bahar Dg Ngerang, ia memilik menjadi tukang parkir karena tidak ada pilihan pekerjaan yang lain.

Laporan: NUGROHO

Senin kemarin, terik matahari menyengat di kulit Dg Ngerang sapaan akrabnya yang sedang merapikan kendaraan yang begitu berat. Meski begitu, ia tetap bersemangat merapikan kendaraan roda dua yang ditinggalkan begitu saja pemiliknya untuk beraktivitas di Kantor Balai Kota makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Memang diakui, selama ini tukang parkir, profesi yang di pandang rendah dan sebelah mata oleh sebagian orang. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi seorang tukang parkir adalah pekerjaan yang mulia.
Karena dedikasinya atas penerapan parkir dalam jaringan atau online yang pernah diterapkan oleh pemerintah, Dg Ngerang pernah mendapat penghargaan dari PD Parkir Kota Makassar atas dedikasinya konsisten menerapkan parkir online.
Mengapa ia bisa mendapatkan penghargaan tersebut? tentu karena ia berani terus mencoba sistem parkir yang lebih modern dan efisien, bukan hanya mementingkan keuntungan semata.
Pria 51 tahun ini tiap paginya sekitar pukul 06.30 telah harus ada di samping Kantor Balai Kota untuk mengatur motor-motor yang mulai berdatangan. Ia harus lebih dahulu datang dari para pegawai dan pengunjung balaikota, supaya motor di sana tidak langsung berantakan.
Setiap motor yang datang, ia langsung merapikannya sesuai susunan yang rapi. Jadi para pemarkir saat memarkir motornya, langsung disusun oleh Dg Ngerang, tidak dibiarkannya begitu saja.
Bukan hanya itu saja, yang pastinya, Dg Ngerang benar-benar merawat motor yang ada di parkirannya. Mulai dari membungkus helm-helm, mengelap motor jika terlihat kotor terkena debu, hingga mengamankan barang-barang pengguna motor jika tertinggal di motor.
“Ini kayak begini, orang na lupa kuncinya (sambil memperlihatkan beberapa kunci dari kantongnya), saya amankan. Bahkan biasa hape atau barang-barangnya ketinggalan di motor, saya amankan. Pokoknya kalau disini aman ki,” kata Dg Ngerang.
Pria asal Kabupaten Takalar ini pun tidak memaksa beberapa pemarkir untuk membayarnya. Ia mengatakan dengan ikhlas bekerja di situ. Jika ada orang yang memberikan uang parkir, ia terima, namun jika tidak, ia juga tak apa-apa.
Jika telah tiba sore hari, Dg Ngerang juga tak lupa pulang untuk beristirahat. Sekitar jam 18.00 Dg Ngerang pulang. Namun ia masih menunjukkan tanggungjawabnya sebelum pulang.
Dg Ngerang terlebih dahulu memasukkan motor-motor yang belum beranjak ke dalam pelataran Balaikota. Ia memindahkannya satu-satu. Setelah semuanya masuk, ia baru meminta izin kepada petugas jaga di Balai Kota untuk pamit pulang, tanda bahwa pekerjaannya hari itu telah selesai.
Kinerja seperti itulah, yang pernah ia aplikasikan saat pemerintah coba menerapkan parkir online. Dirinya konsisten terus mencoba menerapkan, sehingga didapatkan lah penghargaan tersebut.
Bahkan walau pendapatan yang cukup kecil itu, Dg Ngerang tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur. Ia selalu menganggap bahwa ‘’Apabila pekerjaan selalu dijalani dengan ikhlas, maka akan menjadi berkah’’.(b)



×


Mulai Mengelap Kendaraan Hingga Membungkus Helm Agar tak Basah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar