pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ketua Yayasan dan Rektor UIT Diganti

MAKASSAR, BKM — Kisruh yang melingkupi Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar belum juga usai. Terbaru, dua petinggi kampus ini mengundurkan diri. Yaitu Ketua Yayasan UIT H Haruna, dan Rektor Prof Dr Basri Wello.
Humas UIT Zulkarnain Hamson, mengatakan jika H Haruna dan Basri Wello mengundurkan diri. Hal itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Utamanya desakan dari pihak mahasiswa dan Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo.
“Ada berbagai pertimbangan, sehingga kita minta mundur. Ini setelah mendengar saran dan masukan berbagai pihak, bahwa ketua yayasan diminta mundur. Saya kira sudah lama itu. Tuntutan mahasiswa juga dan desakan dari LLDikti agar pak ketua diganti. Ketua yayasan berganti 28 Oktober, dan rektor 29 Oktober,” terang Zulkarnain saat dikonfirmasi, Selasa (30/10).
Merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) UIT Makassar, maka pergantian dilakukan. Apalagi saat ini pihak kampus tengah melakukan pembenahan sistem administrasi agar bisa kembali berstatus kampus aktif.
“Untuk ketua yayasan, merujuk pada AD/ART. Sementara rektor pada statuta UIT Makassar. Telah ditunjuk ketua yayasan baru, yaitu Amiruddin,SH.MH. Kemarin kami baru lakukan pungutan suara untuk memilih rektor baru. Dari tiga calon, suara terbanyak diperoleh Dr Jangga, mantan WR I UIT. Tapi kita masih menunggu finalnya dari yayasan,” beber Zulkarnain.
Zulkarnain juga menjawab permasalah UIT Makassar saat ini. Menurutnya, hal tersebut telah direspons oleh Staf Khusus Kepresidenan. Rencananya mereka akan menghadiri rapat bersama civitas akademik UIT Makassar di Jakarta pada 1 November. Dalam kesempatan itu, Zulkarnain mengecam tindakan oknum yang memindahkan mahasiswa UIT tanpa persetujuan pihak kampus. ”Kami menolak dengan tegas pemindahan mahasiswa oleh lembaga mana pun yang tidak sesuai aturan. Karena itu terindikasi melawan hukum. UIT masih berstatus perguruan tinggi yang izinnya belum dicabut. Maka jangan dilakukan pemindahan paksa mahasiswa kami,” cetusnya.
“Kami sedang menunggu hasil keputusan mediasi oleh kantor Staf Khusus Presiden. Rencananya hari Kamis, 1 November 2018 kami akan ke Jakarta. Intinya UIT tidak akan ditutup,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Rektor UIT Basri Wello, mengaku dirinya mengundurkan diri dengan berbagai pertimbangan. Alasan yang paling utama karena kesibukkan mengajar di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Saya sudah ajukan. Silakan konfirmasi humasnya. Sejak tanggal 25 kemarin. Saya sibuk mengajar di UNM. Kondisi saya sangat tidak memungkinkan lagi membagi dua pekerjaan itu (sebagai dosen UNM dan rektor UIT),” ujarnya.
Menyusul pengunduran dirinya itu, Basri Wello telah mengembalikan fasilitas yang diberikan UIT selama menjabat sebagai rektor. Yakni satu unit mobil. (ita/rus)



×


Ketua Yayasan dan Rektor UIT Diganti

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar