pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulsel Provinsi Dengan Angka kematian Ibu Terbanyak

MAKASSAR, BKM — Angka kematian ibu dan bayi pasca melahirkan cukup tinggi di Sulsel. Menurut Regional Manager USAID Jalin, Willy Kumurur,
Sulsel termasuk provinsi dengan jumlah kematian ibu dan neonatal terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sulsel, setiap minggunya, dua ibu dan 16 bayi baru lahir meninggal di Sulsel.
Sepanjang tahun 2017, terdapat 115 kasus kematian ibu, 817 kematian neonatal. Kabupaten Gowa merupakan kabupaten dengan jumlah kasus kematian ibu terbesar (sebanyak 13 kasus). Sementara jumlah kasus kematian neonatal terbesar terjadi di kabupaten Jeneponto sebanyak 79 kasus kematian.
Dalam setiap tahap pada proses kehamilan hingga pasca bersalin, seorang ibu memiliki risiko untuk meninggal. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, kematian ibu paling banyak terjadi pada masa pasca persalinan sebesar 57 persen. Sementara 30 persen kematian terjadi saat melahirkan, dan 13 persen terjadi pada saat kehamilan.
“Sebenarnya sebagian besar kematian ibu dan neonatal dapat dicegah. Salah satunya adalah layanan kesehatan yang berkualitas dapat menurunkan risiko kematian ibu dan neonatal,” ungkap Willy dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait keselamatan ibu melahirkan dan bayi nol bulan (neonatal) di Hotel Santika Makassar, Ruang Karaeng 1, Jalan Sultan Hasanuddin, Rabu (14/11).
Kegiatan ini kerjasama Agensi Kehumasan MSL Indonesia. Saat ini, USAID Jalin memang sedang fokus terhadap isu kesehatan ibu dan bayi baru lahir, khususnya di Sulawesi Selatan.
Lebih jauh, Willy mengatakan penyebab kematian ibu di Sulsel disebabkan oleh pendarahan sebesar 40 persen, dan hipertensi dalam kehamilan (35 persen).
“Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kedua kondisi ini,” ungkapnya.
Menurut data rutin dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, sepanjang periode 2009-2017, sebesar 79 persen kematian ibu terjadi di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemudahan akses terhadap layanan kesehatan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas kesehatan.
Dia menambahkan, upaya penurunan kematian ibu dan neonatal memerlukan kontribusi semua pihak.
“Pernasalahan dalam bidang kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan melakukan perbaikan di sektor kesehatan. Hal ini menekankan pentingnya kontribusi seluruh sektor terkait upaya menurunkan kematian ibu dan neonatal. Seperti contoh, optimalisasi sistem rujukan hanya dapat dicapai dengan perbaikan sistem transportasi dan komunikasi, yang perlu didukung sektor non kesehatan,” pungkasnya. (rhm)



×


Sulsel Provinsi Dengan Angka kematian Ibu Terbanyak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar