GOWA, BKM — Stunting adalah jenis penyakit yang menghambat pertumbuhan anak atau disebut kekerdilan. Stunting ini telah menjadi masalah nasional yang menjadi target pemerintah untuk dientaskan.
Berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan satu diantara tiga orang anak di Indonesia mengalami stunting (kekerdilan).
Menyikapi hal ini, jajaran pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota berupaya cepat tanggap dalam melakukan aksi cegah stunting pada anak-anak yang dimulai sejak dini atau disaat anak masih dalam kandungan ibunya.
Di Kabupaten Gowa misalnya. Secara menyeluruh upaya pencegahan stunting kini dijadikan program prioritas untuk dilakukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa melalui 26 Puskesmas proaktif melakukan cegah stunting dengan menggandeng Tim Penggerak PKK mulai tingkat kabupaten hingga desa.
Seperti dilakukan TP PKK Kecamatan Pallangga bekerjasama Puskesmas Pallangga menggelar sosialisasi pencegahan stunting, Rabu (21/11/2018) siang di Baruga Tinggimae rujab Bupati Gowa diikuti seluruh kader Dasawisma, kader Posyandu, penyuluh, bidan dan lainnya se Kecamatan Pallangga.
Sosialisasi gerakan pencegahan stunting ini dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan didampingi Kadis PMD Gowa Muh Asrul, Ketua TP PKK Kecamatan Pallangga Rismawati Taufik dan Kepala Puskesmas Pallangga dr Gaffar dan sejumlah kepala puskesmas lainnya di Pallangga.
“Sosialisasi cegah stunting ini sangat penting dan lebih penting lagi bagaimana kita menyerukan kepada para ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi daun kelor. Daun kelor ini sangat bermanfaat karena daun kelor sangat membantu gizi ibu hamil dan balita yang lagi tumbuh kembang. Bagusnya lagi karena di Gowa ini tanaman kelor tumbuh subur sekitar kita,” urai Priska Paramita Adnan saat membuka sosialisasi tersebut.
Istri Bupati Gowa inipun mengajak masyarakat khususnya kaum ibu untuk membiasakan diri mengkonsumsi daun kelor (sayur) sebab baik itu pemenuhan gizi ibu, khususnya ibu hamil dan gizi untuk balita
Ketua TP PKK Pallangga Rismawati Taufik mengatakan adanya gerakan cegah stunting ini menjadi inovasi lokal yang dilakukan PKK Pallangga bekerjasama jajaran Puskesmas di Pallangga.
“Kita berharap di Pallangga ini tidak ada lagi bayi lahir dan balita yang terkena stunting. Makanya kita gencarkan sosialisasinya agar para ibu tahu apa dampak dari stunting itu bagi anak-anak kita yang merupakan generasi harapan kita di masa depan,” kata Rismawati.
Terpisah, Kepala Puskesmas Pallangga yang dimintai tanggapannya sangat mengapresiasi ide PKK Pallangga dalam upaya membantu pemerintah menuntaskan stunting.
“Kami salut inovasi PKK yang menggerakkan kelompok kerja cegah stunting dengan kelor. Ini sangat bagus sekali. Apalagi kita memang mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam mewujudkan Gowa sehat, Gowa layak anak, Pallangga layak anak, bersih dan Pallangga sehat,” jelas dr Gaffar. (saribulan)

