pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pegang Senpi, 220 Polisi Dites Psikologi

SIDRAP, BKM — Sebanyak 220 personel kepolisian di jajaran Polres Sidrap menjalani tes psikologi, Kamis (12/11). Selain para bintara gabungan, tes ini juga diwajibkan diikuti seluruh perwira menengah mulai jabatan kabag, kasat hingga kapolsek.
Tes ini bertujuan membentuk personel yang memiliki mental kuat, tidak mudah temperamen serta dapat mengontrol diri, khususnya dalam menggunakan senjata api (senpi) saat bertugas.
Ketenangan bintara ataupun perwira dalam menggunakan senpi sangat dibutuhkan. Dengan tes ini, diharapkan dapat tercipta anggota polisi cekatan dan psikologinya yang tidak mudah berubah. Kegiatan menyasar anggota pemilik senpi, dan rutin dilakukan setahun sekali.
“Ini bukan untuk mempersulit anggota dalam menggunakan senpi, tapi bagaimana ketika anggota memakai senpi, mereka tidak mengalami kendala,” jelas Kapolres Sidrap AKBP M Anggi Naulifar Siregar saat memantau tes anggotanya yang dipusatkan di kampus STKIP Veteran Sidrap, Pangkajene, kemarin.
Dikatakan, senpi yang dipegang anggota bukan untuk bergaya. Melainkan untuk melindungi masyarakat terhadap tindak kriminalitas yang sewaktu-waktu terjadi. Ia tidak ingin senpi disalahgunakan demi kepentingan tertentu.
“Kasus yang terjadi belakangan ini, dikhawatirkan akibat gangguan kejiwaan dan permasalahan hidup, sehingga bisa terjadi penyalahgunaan senpi,” ujarnya.
Pemilahan kriteria dilakukan terhadap seseorang berdasarkan kepribadian. Apakah perwira ataupun bintara bersangkutan menyukai tantangan, atau dominan menggemari pekerjaan di dalam kantor.
Para personel yang mengikuti tes psikologis diharapkan memiliki karakter diri yang kuat, serta tidak mudah goyah dalam menuntaskan tugas di masyarakat.
“Ada tiga kriteria tes, yakni pinjam pakai senpi, psikologi berkala dan mapping karir. Ini untuk memberikan gambaran kepada pimpinan dalam penempatan jabatan di mana saja ditempatkan. Karena setiap jabatan membutuhkan aspek psikologis yang berbeda-beda,” jelas Kapolres.
Menurut Anggi Siregar, tidak sembarang senpi dapat dimiliki atau dibawa oleh anggota kepolisian. Anggota di bidang opsnal (operasional lapangan) misalnya, diwajibkan membawa senpi. Sedangkan kebutuhan senpi di bagian staf belum terlalu dibutuhkan.
“Pemegang senpi adalah anggota yang bertugas di bidang opsnal. Memang dalam kelengkapan dinasnya mereka harus ada yang membawa senjata api. Namun, kalau di staf itu kan tidak perlu. Pemegang senpi itu bukan oleh semua anggota,” terangnya.
Personel kepolisian yang belum mengikuti tes psikologi, akan diberikan waktu enam bulan berikutnya. Kriteria ditinjau dari kemampuan emosi, kestabilan dan pengendalian diri. Sedangkan kategorinya dinilai atas nilai baik atau kurang baik. “Kalau tidak memenuhi syarat bisa mengikuti pengulangan enam bulan selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Tes Psikologi Polda Sulselbar, Kompol Fahruddin menambahkan, apabila anggota perwira belum mengikuti tes psikologi lebih lanjut, diminta segera menyusul. “Kami berharap rekan-rekan yang belum mengikuti tes psikologi, supaya segera menyusul. Ke depan kami segera melakukan mapping ke Polda Sulselbar di Makassar,” tambahnya.
Untuk ujian ini, katanya, ada sekitar 315 soal pertanyaan yang harus dijawab peserta. “Mengenai berapa personel layak tidaknya diberikan senpi dan yang dinyatakan lulus, hasilnya baru akan kita ketahui sebulan kemudian. Karena lembar soal-soal ini akan diperiksa di Polda Sulselbar dulu,” tandasnya. (ady/rus/c)



×


Pegang Senpi, 220 Polisi Dites Psikologi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar