MAKASSAR, BKM–Kota Makassar ternyata masuk dalam daftar 10 besar kota intoleran di Indonesia. Ini berdasarkan riset dan kajian dari lembaga Setara Institute terkait Indeks Kota Toleran (IKT) 2018.
Hasil riset dan kajian itu menyatakan kota Makassar menempati peringkat delapan dengan tingkat persentase intoleransi 3.63 persen. Atau satu tingkat di atas Kota Medan yang menempati urutan sembilan.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto pun merasa keberatan dengan hasil riset Setara Institute terkait Indeks Kota Toleran (IKT) 2018.
Menurut Danny sapaannya, tolak ukur yang digunakan IKT 2018 di 94 Kota dari di Indonesia itu tidak akurat. Danny memberikan contoh seperti Singkawang menempati urutan pertama kota paling toleran.
“Ukuran apa tidak toleran ini perjelas dulu, Makassar ini kota paling toleran dan paling bisa menerima banyak orang,” kata Danny.
Bahkan, Danny menyebutkan hasil riset itu terkesan membalikkan fakta menjadi sesuatu yang bersifat fiktif.
“Justru ini sebaliknya, yang toleran dibilang paling tidak toleran, yang tidak toleran jadi paling toleran,” tambah Danny.
Danny dengan tegas mengatakan jika dirinya sangat mengetahui instrumen-instrumen pengukukuran dalam riset. Makanya, ia pun mengatakan tak mengetahui apa itu intoleran yang dimaksudkan dalam hasil riset Setara Institute.
“Saya orang statistik, saya mengerti instrumen-instrumen pengukuran. Makanya saya tidak mengerti itu intoleran, apa itu toleran yang dimaksud,” kata Danny.
Seperti halnya yang pernah ditanyakannya kepada pendeta dan para jemaat gereja tentang kebebasan beribadah di Makassar, Danny mengatakan juga tak pernah mendapat pernyataan negatif mengenai toleransi.
“Tadi malam saya bersama 6.000 jemaat, bersama pendeta Gilbert, saya tanya apa mereka merasa tertekan beribadah di makassar, tidak. Saya tanya juga setujukah Makassar itu intoleran, mereka jawab tidak. Makanya kalau dibilang Makasaar intoleran, saya keberatan,” serunya.
Jadi Danny pun mengatakan bahwa soal intoleran, hal itu tak bisa dibenarkan. Karena dikatakannya, tak ada di Makassar orang yang merasa tertekan dalam menjalankan ibadah.
“Begitu juga dengan suku, disini kita sangat terbuka dengan suku manapun. Tak pernah kita menanyakan kita dari suku mana kan,” tambahnya.(nug/war/c)
Danny Keberatan Riset Kota Intoleran
×

