SENGKANG, BKM — Ratusan karyawan Energy Equity Epic Sengkang (EEES) mengancam akan melakukan mogok kerja. Ketika ancaman tersebut terealisasi, maka dipastikan hampir separuh Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) akan mengalami black out listrik.
Rencana mogok kerja tersebut dilatarbelakangi oleh tuntutan sekitar 160 karyawan terhadap kenaikan gaji dan bonus yang sudah ditandatangani oleh SKK Migas, untuk segera dibayarkan.
Jika mogok kerja ini dilakukan, imbasnya akan sangat besar. Suplai gas untuk pembangkit tenaga listrik berkapasitas sekitar 250 MW yang dikelola oleh PT PLN dan PT Energi Sengkang di Patila akan terhambat. Sehingga dipastikan akan terjadi pemadaman listrik separuh Sultanbatara.
Selain itu, aliran gas rumah tangga (city gas) yang lebih dari 4000 sambungan di Kabupaten Wajo, juga akan terhambat.
“Kami deadline sampai tanggal 23 November. Jika tidak ada realisasi, kami akan melakukan mogok besar-besaran yang akan diikuti oleh ratusan orang karyawan,” kata Ketua Federasi Pertambangan dan Energi Pengurus Komisiriat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Lingkup Karyawan EEES Ambo Ajang , Selasa (17/11).
Dia menjelaskan, berdasarkan surat SKK Migas tanggal 29 Mei, lalu, sudah ditandangani kenaikan gaji dan bonus. Namun hingga sekarang POD belum melakukan pembayaran.
“Janjinya, tanggal 15 November lalu akan direalisasikan. Namun hingga hari ini belum juga dibayarkan. Anehnya, tanggal 15 November itu hari Minggu,” cetusnya.
Dia menegaskan, aksi mogok akan dilakukan tanggal 23 hingga 27 November mendatang. Apabila sampai batas akhir mogok janji belum juga direalisasikan, maka para karyawan akan mengosongkan plan. “Pada aksi mogok nantinya, kami akan melakukan pengosongan area proses gas,” tegasnya.
Pengosongan area proses tambang tersebut akan berimbas ke PLN, dan hampir separuh Sultanbatara akan mengalami black out listrik.
Dia mengatakan, mogok kerja yang dilakukan memang secara bertahap. Ketika belum ada kesepakatan hingga tanggal 27 November, maka kegiatan di EEES akan lumpuh total.
“Pengosongan plan akan berefek pada pencemaran lingkungan dan pemadaman listrik hampir setengah Sultanbatara,” terangnya.
Humas EEES Baso Firman yang dihubungi, membenarkan adanya rencana aksi mogok tersebut. Menurutnya, saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi dengan manajemen perusahaan.
“Persiapannya (untuk mogok) sudah kelihatan. Spanduk sudah ada. Untuk saat ini kami masih melakukan komunikasi. Kami berharap teman-teman bisa menahan diri,” ujarnya. (ilo/rus/b)
Listrik Separuh Sultanbatara Terancam Black Out
×

