pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Anak Datang Menjenguk Hati sudah Senang

SENYUM lebar tanpa kata tersungging dari bibir yang tak lagi merekah. Gigi sudah banyak yang tanggal. Bahkan ada yang tak lagi memilikinya.
Ada seorang ibu yang tengah terbaring di atas kasur. Ada pula yang sedang menggambar. Juga aktivitas lain, seperti berolahraga.
Pemandangan itu tersaji di depan BKM ketika berkunjung ke Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Panti Sosial Tresna Wredha (PTSW) Mabaji, Jumat (21/12). Panti milik Kementerian Sosial RI ini terletak di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Mimik dan respons perempuan renta, serta sebagian pria yang ada di panti ini berbeda ketika ada tamu yang datang berkunjung. Biasanya, mereka melambaikan tangannya. Seolah-olah yang datang itu adalah anak atau sanak familinya.
Saban hari para lansia di panti jompo ini berharap kunjungan dari orang-orang yang dirindukan. Di antara mereka ada yang masih mengenal keluarganya. Ada juga yang sama sekali tidak mengenalinya. Yang jelas, jika ada tamu datang, perasaannya hanya dirinya yang mendapatkan kunjungan keluarga.
Sutimbul selaku Kepala Seksi Program dan Advokasi PSTW Mabaji, menyebut saat ini ada 89 orang lanjut usia (lansia) yang ditampung. Terdiri dari 38 laki-laki dan 52 perempuan. Panti yang berdiri sejak 1977 ini memiliki kapasitas daya tampung lansia 95 orang.
Dalam kesehariannya di panti, Sutimbul didampingi Bambang selaku pekerja sosial (peksos). Para lansia tidak hanya sekadar ditampung dan dirawat. Mereka juga diberi kegiatan untuk membuat mereka sibuk, namun tidak sampai capek.
“Mereka diberikan pelayanan sosial dasar. Difasilitasi kebutuhan pokok. Diberikan terapi sosial, seperti kenangan, dan dinamika kelompok,” ujar Sutimbul.
”Kita ketahui bahwa lansia itu kemampuan fisiknya setiap waktu menurun. Jadi tidak boleh diberikan kegiatan yang membuat mereka lelah. Jadi kita beri terapi kerja sesuai kesenangannya dan keterampilan lain yang mereka sukai,” tambahnya.
Salah seorang lansia perempuan yang dijumpai BKM tampak tersenyum sumringah. Namanya Jalia Dg So’na. Usianya 75 tahun.
Ia mengaku memiliki seorang anak dan menetap di Jalan Swadaya, Sungguminasa. Anaknya itu rutin mengunjunginya, yakni dua kali seminggu.
“Iye nak, anakku selaluji datang. Dua kali seminggu datang jengukka. Saya sebenarnya mau sekali ikut keluar. Dibawa pigi-pigi sama keluarga. Bosanka selalu di sini. Tapi kusukaki juga di sini,
karena banyak teman-temanku,” tutur Jalia.
Jalia mengenang, sudah 10 tahun lamanya ia ditinggal oleh suaminya yang berprofesi sebagai pemborong (kontraktor). Hingga akhirnya dirinya dirawat di panti ini.
Ditanya tentang Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Jalia agak bingung memberi jawaban. Dia merasa tidak pernah tahu apa itu Hari Ibu.
Dirinya hanya tahu anaknya datang menemui dan menjenguknya. Itu sudah cukup membuat hatinya senang.
Di salah satu sudut kamar ada Suyati. Wanita yang sudah berusia 83 tahun ini mulai masuk di panti pada tahun 2013. Ia berada di tempat ini karena keinginannya sendiri.
Dulu, menurut Bambang selaku peksos panti, Suyati adalah figur perempuan kuat. Ia berjualan di kantin. Namun karena kakinya mengalami patah akibat kecelakaan, kini Suyati sudah tak bisa berbuat banyak. Hanya bisa terbaring di kamarnya.
Karena merasa menjadi beban keluarganya, Suyati memutuskan tinggal di panti lansia hingga kini. “Saya tidak mau merepotkan orang lain, Nak,” ujarnya singkat.
Tak banyak kenangan masa lalu yang diingatnya. Bahkan berapa anaknya, Suyati sudah tak mengetahuinya lagi.
“Ibu Suyati ini kita tampung karena memang mau tinggal di sini. Dia sepertinya telantar. Makanya kami berikan layanan respons kasus ke masyarakat. Apabila menemukan lansia yang tak terawat maka segera diinfokan. Kami akan turun mengassesment,” ujar Bambang. (sar/rus)



×


Anak Datang Menjenguk Hati sudah Senang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar