HAMU Investama Corporindo (HIC) menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan asal Cina, Shanghai Shun Chuan Corporation (SSCC) Group Co Ltd. Kedua belah pihak bersepakat untuk membangun industri kapal ikan di Sulsel.
HIC dan SSCC telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Selanjutnya, Chairman SSCC Group Wu Guolin bersama investor lainnya, yakni Yuan Yunyan, Zhang Gaoping, Peng Shanhui dan Wang Yonghe, didampingi pihak HIC Zulkifli Gani Ottoh, meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan industri kapal ikan di Makassar, Selasa (15/1). Tempat yang didatangi adalah Pelabuhan Perikanan Untia yang berada di Kecamatan Biringkanaya.
Menurut Zulkifli, sebelumnya Chairman HIC HM Alwi Hamu telah meneken kerja sama dengan SSHCC untuk membangun industri kapal ikan di Makassar.
“Pak Alwi Hamu bersama Chairman SSCC Wu Guolin telah menandatangani MoU perihal kesepakatan bekerja sama membangun industri kapal nelayan berbobot 10 GT hingga 150 GT Mina Maritim. Kita akan mencoba terlebih dahulu di Makassar,” jelas Zulkifli, kemarin.
Dikatakan Zugito –sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh–, niatan untuk membangun industri kapal ikan di daerah ini didasari dengan banyaknya nelayan yang taraf hidupnya belum sejahtera. Oleh karena itu, Alwi Hamu berinisiatif untuk mengubah pola hidup para nelayan di Makassar dengan menghadirkan investor perkapalan ikan.
“Seperti yang kita tahu, kehidupan nelayan di Makassar saat ini belumlah sejahtera. Itu dikarenakan kapal yang digunakan untuk mencari ikan dimiliki oleh juragan-juragan kapal. Nelayan bertindak sebagai penyewa. Makanya, kehidupan para nelayan kita masih begitu-begitu saja. Kita ingin mengubah hidup para nelayan ini. Seperti kehadiran transportasi online, yang bisa membantu para drivernya,” terang Zulkifli lagi
Setelah pembangunan industri kapal berjalan, lanjut Zugito, para nelayan akan disediakan lembaga koperasi khusus bagi mereka.
“Jadi bentuk kerja sama ini adalah mereka yang punya teknologi, kita sebagai fasilitatatornya. Kita juga akan bekerjasama dengan menghadirkan lembaga koperasi nelayan. Nanti pihak investor ini akan membawa teknologinya ke Sulsel. Dan sekadar informasi, Makassar ini sebagai percontohan,” jelasnya.
Chairman SSCC Group Wu Guolin dalam keterangannya, mengaku datang langsung mengecek tempat-tempat yang cocok menjadi lokasi industri kapal nelayan. Sekaligus menyaksikan dari dekat bagaimana aktivitas nelayan yang ada di Makasssar, seperti di pelabuhan Untia dan Paotere.
“Kami akan berkunjung lagi nanti satu kali untuk melihat sejauh mana persiapan legalitas dan lahan yang akan digunakan. Kami sudah lihat kapal nelayan di Untia dan Paotere. Semuanya bagus,” ujarnya.
Menurut Wu, pihaknya menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 22 negara untuk membangun industri kapal nelayan. Ada tiga tipe kapal yang nantinya akan dibuat. Yakni 30 GT, 60 GT, dan 150 GT.
Kepala Pelabuhan Perikanan Untia Andi Mannojengi yang menerima rombongan HIC dan SSCC, mengakui bahwa aktivitas nelayan di lokasi ini memang sedikit jika dibandingkan dengan yang ada di Paotere. Karena itu ia sangat membutuhkan investor untuk menghidupkan aktivitas di pelabuhan ini.
“Kita dalam setahun itu ada 88 kapal yang masuk. Kalau di Paotere sana 300 lebih per tahunnya. Saat ini baru ada dua investor yang akan membantu kami dalam menghidupkan pelabuhan Untia. Apa yang tidak ada di pelabuhan Untia ini? Semua sudah lengkap. Jadi investor jangan ragu untuk berinvestasi,” tandasnya. (ita/rus)
HIC-SSCC Kerja Sama Bangun Industri Kapal
×

