pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

TPA Antang Akan Tolak Sampah tak Pilah

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan lebih selektif dalam menerima sampah organik dari warga kota. Kedepannya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang akan menolak sampah-sampah yang belum dipilah dari sumbernya.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Menurut Maya panggilan akrabnya, TPA Antang segera menerapkan sanitasi landfill atau sampah yang masuk sudah dipilah dari tingkat sumbernya.
“Kita liat kondisi TPA kita kalau tidak dipilah, disana ada sampah plastik yang tidak bisa hancur padahal bisa bernilai ekonomis kalau dipilah. Kita akan berkoordinasi Kecamatan, Kelurahan, RT/RW bagaimana bisa memilah sampah dimulai dari tingkat sumbernya,” ungkapnya.
Selain itu, untuk membenahi sistem persampahan, DLH juga akan mengatur jadwal waktu kapan sampah organik dilakukan pengangkutan, agar langsung di bawah ke TPS 3R.
“Kedepan sampah organik dibuatkan kompos sehingga nanti residuenya seperti abunya nanti dibawah ke TPA. Sehingga TPA kita tidak seperti gunung lagi. Dan itu akan kita sosialisasikan dimana-mana,” ucapnya.
Maya menambahkan, sanitasi landfill itu artinya dilakukan pengerukan terlebih dahulu, kemudian dilapisi dan dialasi dengan membran. Kemudian dibuatkan saluran lecit diatasnya, dan sampah selanjutnya ditimbun.
“Jadi begitu cara kerja sanitasi landfill, kita lakukan pengerukan kemudian ditimbun dan begitu seterusnya. Akhirnya nanti sampah juga tidak berbau. Walaupun kita pakai sanitasi landfill, kalau sampahnya tidak dipilah dulu maka tetap akan menjadi penumpukan sampah,” tutupnya.
Maya juga sempat mempertanyakan mengapa Kota Makassar gagal meraih adipura tahun ini. Ia mengakui, tidak diraihnya adipura 2018 menimbulkan tanda tanya, karena di waktu yang hampir bersamaan, Makassar mendapatkan penghargaan pengurangan sampah.
“Hal ini menjadi tanda tanya, padahal kita dapat penghargaan pengurangan sampah. Idealnya kan kalau kita sudah dapat pengakuan bisa mengurangi sampah harusnya kita juga dapat adipura,” kata Maya.
Mantan Kadis Pariwisata itu mengakui ada dua konsep pengelolaan persampahan, yakni bagimana mengurangi dan bangaimana penanganannya. Sehingga sesuai dengan pemaparan Menteri Lingkungan Hidup penerima adipura wajib menerapkan sanitasi landfil di TPA.
“Ibu menteri bilang dalam pidatonya yang harus mendapatkan adipura itu karena di TPAnya itu sudah menerapkan sanitasi landfill, sementara kita disini masih controlled landfil,” ucapnya.
Sementara itu, Rahman warga sekitar TPA Antang mengaku merespons positif langkah yang diambil DLH dalam mengurangi bau tak sedap di TPA Antang. Untuk itu, ia berharap sistem sanitasi landfill segera dilakukan, agar warga tidak lagi merasakan dampak dari bau yang menyengat jika sampah sudah dibakar dan saat musim hujan.(nug/b)




×


TPA Antang Akan Tolak Sampah tak Pilah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar