SINJAI, BKM — Panitia persiapan pendirian Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI) terus berbenah. Sebagai upaya memantapkan keinginan tersebut panitia menghadirkan Ketua STISIP Muhammadiyah Rappang, Dr Djamaluddin, M.Si untuk berbagi pengalaman penyusunan borang penggabungan perguruan tinggi.
“Pertemuan ini diharapkan lahir berbagai gagasan pengalaman dan strategi penyusunan borang penggabungan perguruan tinggi, ujar Ketua Panitia Drs A Muchtar Mappatoba, M.Pd saat membuka pertemuan di Aula Kampus STISIP Muhammadiyah Sinjai, Minggu (20/1).
Ketua STISIPM Rappang, Jamaluddin mengatakan proses penyatuan perguruan tinggi saat ini sedikit lebih mudah dibandingkan dengan sistim sebelumnya.
”Dari 10 prodi yang disyaratkan sebelumnya kini diturunkan menjadi 5 prodi saja, ”jelas Jamaluddin.
Kemudahan ini, seiring adanya dukungan Permenristekdikti Nomor 51 tahun 2018. Untuk itu dengan kemudian dimaksud oanitia tinggal melakukan pembenahan borang yang sudah dimiliki setiap PTM. Dari lima prodi yang diusulkan, tiga prodi eksakta dan dua prodi non eksakta.
“Persoalan pengabungan ini terjadi dilema, antara jalur cepat atau lambat. Kalau mau cepat tinggal membenahi borang prodi yang sudah ada tanpa menambah Prodi baru. Tapi kalau mau lamban, maka harus menyusun borang tambahan Prodi baru, ”tambahnya.
Sementara itu, Ketua STISIPM Sinjai, Dr Umar Congge, M.Si menjelaskan, rencana pendirian UMSI yang merupakan penggabungan STIP Pertanian dan STISIPM Sinjai akan mengusulkan tambahan Prodi yakni Prodi Komunikasi, Hukum, Manajemen, Teknologi Informasi, Perencanaan wilayah dan prodi S2 Ilmu Administrasi.
“Borang tambahan Prodi baru sementara dalam perampunga, dan kami optimis dapat mewujudkan Prodi tambahan tersebut,” jelas Umar.
Hadir Ketua BPH Drs H Marzuki Ali, M.Pd, para Wakil Ketua, Ketua Prodi, tim persiapan dan para ketua lembaga. (rls)
Panitia Matangkan Pendirian Unismuh
×

