pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

RSUD Landapase Siaga 24 Jam

JENEPONTO, BKM — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jeneponto pada Senin dan Selasa (21-22/1), telah membuat hampir seluruh kecamatan yang ada terendam air. Bahkan, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Jeneponto, enam kecamatan di antaranya paling parah terdampak banjir ini.
Sehingga bunyi sirene mobil ambulance seakan tiada henti meraung-raung mengangkut pasien ke RSUD Lanto Daeng Pasewang (Landapase) Jeneponto. Kondisi ini pun dibenarkan Direktur RSUD Landapase, Iswan Sanabi.
Ketika ditemui di kantor bupati Jeneponto, Rabu (23/1), Iswan Sanabi, mengemukakan, dari 65 orang warga yang masuk pada 22 Januari 2019, kini tinggal 12 orang yang menjalani perawatan. Sisanya atau sekitar 53 orang sudah diperkenankan pulang karena telah pulih.
Lanjut Iswan mengatakan, dari sekian pasien yang masuk, satu orang di antaranya meninggal dunia. Pasien itu pun sudah meninggal di luar baru dibawa ke rumah sakit. Pasien itu berasal dari Kampung Munte, Kecamatan Turatea.
”Petugas di RSUD ini siaga 24 jam. Kami siap setiap saat menerima pasien korban banjir,” jelas Iswan Sanabi.
Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, mengatakan, terkait dengan musibah banjir dan penanganannya, pihak telah melaksanakan rapat dengan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda), seperti Kapolres Jeneponto, Hery Susanto, serta Dandim Sugiri. Juga dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat.
Hasil laporan menyebutkan, kata Iksan, dari 11 kecamatan yang ada, lima kecamatan tergolong relatif aman sementara, yakni Kecamatan Tarowang, Batang, Arungkeke, dan Kecamatan Kelara. Belum ada laporan banjir yang berarti.
Namun di enam kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Turatea paling parah tujuh rumah hanyut dan satu orang meninggal. Sementara di Kecamatan Binamu, meski tidak ada rumah hanyut dan korban, tapi ketinggian banjir satu meter hingga dua meter menggenangi Desa Sapanang, Kelurahan Balang dan lainnya.
Kecamatan Tamalatea, Bontoramba, Bangkala, dan Kecamatan Bangkala Barat, meski tidak ada laporan rumah hanyut dan korban jiwa, namun air sampai di atap rumah warga. Diperkirakan air mencapai dua sampai tiga meter, seperti terlihat di pusat kuliner Kampung Boyong, Tamanroya, Kecamatan Tamalatea. Sehingga akses jalan tertutup baik pergi atau pulang dari Makassar. Juga di beberapa titik, seperti Kampung Belokallong, Kecamatan Binamu, Kampung Nasara, Kecamatan Bangkala, dan Kampung Toba, Kecamatan Bangkala Barat.
”Melihat kondisi ini, kami perintahkan semua perangkat OPD melakukan Posko tanggap darurat bencana di kantor Satpol PP guna meringankan penderitaan dan beban warga,” kata Iksan Iskandar. (krk/mir/c)



×


RSUD Landapase Siaga 24 Jam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar