pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Empat Instruksi Danny, Tiga dari None

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, dirinya telah memprediksi sebelumnya bahwa ketinggian air akan mencapai 1,5 meter. Kondisi ini dapat mengakibatkan air yang ada di kanal juga mengalami kenaikan. Tingginya volume air telah memicu terjadi banjir di mana-mana.
Menyusul banjir yang terjadi di Makassar, Selasa (22/1), wali kota yang akrab dipanggil Danny itu menginstruksikan seluruh camat dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk siaga.
Ada empat instruksi utama yang dikeluarkan dan wajib dijalankan oleh seluruh camat dan pimpinan OPD. Yakni, segera membuka posko siaga bencana 24 jam untuk korban banjir dan angin kencang. Segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Segera turun ke lokasi bencana untuk memberi pertolongan dan bantuan. Lebih bersiaga mulai pukul 18.00 Wita, karena bisa menjadi puncak risiko bencana.
”Kita berupaya meminimalisir risiko bencana yang mungkin terjadi. Tentunya kita berharap, Makassar selalu berada dalam lindungan-Nya, dan terhindar dari bencana,” kata Danny.
Ia juga mengingatkan warga agar tetap waspada dan memilih berada di rumah jika tidak ada hal penting dan mendesak yang mengharuskan berada di luar rumah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Taufik Rahman menyebutkan, ada beberapa titik genangan yang cukup tinggi. Antara lain di Kecamatan Manggala. Genangan paling tinggi terdapat di Kelurahan Batua, dan Antang. Tepatnya di Romang Tangaya.
“Kalau Kecamatan Tamalate, genangan tertinggi terjadi Jalan Mallengkeri, Kelurahan Mangasa. Jalan Daeng Tata III, Kelurahan Paratambung,” ujarnya.
Di Kecamatan Biringkanaya, genangan tertinggi terjadi di Kelurahan Katimbang Kodam III. Sementara untuk Kecamatan Tamalanrea, genangan tertinggi terdapat di Jalan Kapasa dan Kapasa Raya.
Genangan juga terjadi di kompleks Bumi Tamalanrea Permai Blok AA, AC, AD, AE, dan AF. Termasuk Perumahan Bung. Ketinggian air mencapai mencapai 1 meter. Sementara di Kompleks Sakina Baru ketinggian air mencapai setengah meter.
Begitupun kompleks Mangga III RW 012, Katimbang RW 015, Nusa Harapan Permai RW 019, ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Terparah di BTN Kodam III Paccerakkang.
Di sepanjang Jalan Lantebung dan jalan tol Ir Sutami, sebagian telah terendam banjir. Tembok pembatas tol yang terbuat dari beton rubuh akibat ditiup angin kencang.
AKP Edy Marheno dari Unit Pammat Direktorat Sabhara Polda Sulsel mengatakan, pihaknya turun melakukan evakuasi warga yang menjadi korban banjir di wilayah Biringkanaya dan Tamalanrea. Termasuk regu pencari dan penyelamat Brimob Polda Sulsel juga dikerahkan.
“Untuk di daerah Biringkanaya kita turunkan tiga regu yang diisi 15 porsenel kepolisian dalam satu kendaraan SAR dan satu unit perahu karet. Hingga pukul 15.00 Wita ketinggian air di Kompleks Kodam III dan sekitarnya sudah 1,5 meter,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir, Selasa (22/1).
Saat proses evakuasi berlangsung, kata dia, ada lima kepala keluarga yang menolak untuk diusingkan. “Sejauh ini hampir semua yang rumahnya kebanjiran bersedia diungsikan. Ada lima kepala keluarga yang menolak untuk mengungsi. Kita beri pemahaman bahwa air akan naik lagi, dan dibujuk. Akhirnya mereka mau diungsikan di posko,” jelasnya.
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar Ibrahim mengaku, sejak subuh hari telah banyak warga yang diungsikan dari rumahnya. Bahkan sudah ada beberapa posko yang dibangun dan telah ditempati para pengungsi.
“Sementara ini baru satu posko yang kita dirikan. Jumlahnya masih kurang. Karena ada sebagian di wilayah BTP dan Katimbang juga minta didirikan posko pengungsian,” katanya.
Dari pantauan BKM, hampir seluruh ruas jalan di Kota Makassar terendam banjir dengan ketinggian berbeda. Di Jalan AP Petta Rani, air yang cukup tinggi memidu terjadinya kemacetan cukup parah.
Sementara itu, kanal Jalan Inspeksi PAM juga meluap. Airnya nyaris menutupi seluruh badan jalanan di sampingnya. Padahal di musim hujan sebelumnya, kondisi seperti ini tidak pernah terjadi meski hujan berlangsung cukup lama.

Instruksi None

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mengambil beberapa langkah antisipatif mencegah dan menghadapi dampak cuaca ekstrem terhadap institusi pendidikan di bawah kewenangannya.
None, sapaan akrab mantan Penjabat Bupati Luwu Timur ini, mengeluarkan setidaknya tiga perintah kepada jajarannya di daerah-daerah. Maklum, Disdik Sulsel kini memiliki ‘kaki-kaki’ di kabupaten/kota, yakni 12 cabang dinas sebagai perpanjangan tangan provinsi untuk mengurusi SMA, SMK, dan SLB se-Sulsel.
Isi perintah None tersebut, yakni pertama agar melakukan koordinasi dengan aparat kewilayahan di area sekolah. Kedua, menyiapkan segera standard dan prosedur sesuai kebutuhan sekolah dan wilayah masing-masing. Ketiga, mengantisipasi bencana banjir di wilayah sekolah masing-masing dengan menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan evakuasi.
Kemarin, mantan Kepala Badan Diklat Pemprov Sulsel itu mengunjungi salah satu sekolah yang terdampak banjir, yakni SMAN 13. Dia memutuskan agar semua siswanya diliburkan. Tidak ada aktifitas belajar mengajar.
None mengatakan, penyebab banjir ke sekolah itu akibat banyaknya perumahan yang dibangun di sekitar sekolah sehingga tanah untuk serapan air jadi berkurang. (nug-rhm/rus)



×


Empat Instruksi Danny, Tiga dari None

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar