pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DLH Fokus Perangi Limbah di DAS

MAKASSAR, BKM–Pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS) memang perlu dilakukan, terutama dalam dalam waktu dekat ini. Hal ini bertujuan untuk menghalau terjadinya banjir. Namun pembenahan DAS ini tentu harus melibatkan beberapa pihak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Rusmayani Madjid menyebut jika pembenahan DAS oleh Pemerintah Kota Makassar, hanya sebatas pada tatanan limbah saja.
“Di DAS itu kita hanya pada program umumnya di tataran limbah yang mengalir ke sungai, dan itu kita monitoring terus untuk melihat siapa saja atau perusahaan mana saja yang membuang limbahnya ke sungai,” kata Maya sapaan akrabnya, Jumat (25/1).
Sementara itu, Kasie Konservasi Lingkungan DLH Kota Makassar, Irnawati Hamid menambahkan bahwa persoalan sungai tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah kota. Sebab Pemerintah Provinsi dan Balai Pompengan juga memiliki kewenangan.
“Sebenarnya kalau sungai ada yang menjadi kewenangan pusat, provinsi dan kota. Secara fisik itu ditangani oleh Balai Besar Pompengan, sementara kota hanya melakukan pengawasan terhadap tercemarnya sungai dari limbah, sampah serta penghijauan disekitar DAS,” ungkapnya.
Sehingga lanjut Inna sapaan karibnya, seluruh pihak terkait harus duduk bersama untuk memgkoordinasikan pembenahan DAS, karena DLH Kota tidak bisa melakukan tanpa adanya keterlibatan semua pihak yang menjadi kewenangan secara aturan.
Olehnya itu, DLH kota Makassar hanya memprogramkan penghijauan di sekitar sempadan sungai, dengan melakukan kegiatan menanam pohon.
“Jadi nanti ada penanaman mangrove disempadan sungai belerja sama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Air) Kementerian Kehutanan. Selain itu kami juga selalu kordinasi kesana (BKSDA) untuk monitoring,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika pihaknya berencana mengundang semua pihak terkait untuk membicarakan persoalan penanganan dan pengelolaan sungai yang masuk wilayah kota makassar.
“Kalau sungai kita tidak bisa sembarangan, dan setiap penangan sungai kota juga tidak bisa sepihak harus kita rembukkan bersama karena sungai juga dialiri oleh kabupaten kota. Apalagi sungai di Makassar ada tiga kota yang dilalui yakni Maros, Gowa dan Makassar,” tambahnya.
Kota Makassar terdapat beberapa sungai, diantaranya sungai Je’ne berang, sungai Tallo, dan ada sungai kecil Bone Lengga yang terletak di Kecamatan Biringkanaya-Tamalate kemudian bagian hilirnya berada di Mandai.(nug/war/c)




×


DLH Fokus Perangi Limbah di DAS

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar