GOWA, BKM — Proses pencarian korban longsor masih terus dilakukan. Pencarian ini masih saja terkendala cuaca dan penerangan, disebabkan jaringan listrik masih terputus. Karenanya, proses pencarian hanya sebatas dilakukan disiang hari mulai pagi hingga pukul 18.00 Wita setiap hari.
Karena itu, untuk memudahkan pencarian korban dimalam hari, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mensuplay tujuh unit mesin genset untuk menyiapkan penerangan dimalam hari ke wilayah terisolir longsor di Bungaya dan Manuju.
Di sela menerima kunjungan Wapres RI, Muh Jusuf Kalla, Minggu (27/1), Adnan mengatakan, pengiriman genset ini memang menjadi kebutuhan penting masyarakat di lokasi longsor. Pasalnya, pascabencana seluruh aliran listrik mati total.
”Pengiriman genset itu telah kita kirim sejak Kamis kemarin untuk menerangi Desa Buakkang dan Desa Rannaloe, Kecamatan Bungaya. Kita kirim gensetnya secara bertahap,” kata Adnan saat mendampingi kunjungan Wapres RI di bendungan Bilibili.
Sementara untuk daerah-daerah terisolir, telah dilakukan pembukaan jalur secara berangsur-angsur pada proses evakuasi hari ketiga. Seluruh tim evakuasi dibagi menjadi tiga tim disebar di titik dataran tinggi.
Hingga saat ini titik jalur yang lumpuh di Kecamatan Parangloe, Kecamatan Tinggimoncong sudah dapat dilalui kendaraan. Sedangkan untuk titik lumpuh di dataran tinggi juga sementara dalam tahap pembukaan jalur.
Terkait distribusi logistik, Adnan mengatakan, telah dilakukan selama empat kali di Kelurahan Sapaya. Masing-masing pada pengiriman pertama disalurkan 950 kilogram (kg), pengiriman kedua 2 ton dan pengiriman ketiga 500 Kg.
Sebelumnya, Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Nur Subekhi mengatakan, meski proses evakuasi masih sulit karena pengaruh jalur yang tertutup hingga tidak adanya listrik. Hingga kini, tim evakuasi berhasil menemukan 46 korban longsor (termasuk yang di Malino) dalam kondisi meninggal dunia. (sar/mir)
Tujuh Genset Dipasok ke Bungaya dan Manuju
×

