pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tak Fokus Penggalangan, Bisa Terdepak

MAKASSAR, BKM– Hasil pemilu 2019 belum bisa dipastikan. Namun jika berpatokan pada survei, maka siapa saja Caleg yang akan lolos di parlemen sudah bisa diprediksi. Untuk DPRD Makassar, eksistensi petahana dipertaruhkan. Jika tidak fokus melakukan penggalangan serta tak kreatif menjaga elektabilitas, maka bisa dipastikan kalau posisi mereka akan terdepak oleh Caleg pendatang baru.

REPORTER: ARDITHA
EDITOR: HAMZAH SAMAL

Saat ini dua petahana DPRD Makassar harus adu rivalitas mempertahankan eksistensi mereka di Dapil Makassar III meliputi Kecamatan Biringkanayya dan Tamalanrea. Keduanya adalah Caleg Partai Demokrat Makassar, Syarifuddin Badollahi yang pada periode lalu mengumpulkan suara 4.518 serta Caleg Partai PAN Makassar, Sangkala Saddiko yang memperoleh 4.510 Suara pada tahun 2014 silam.

Syarifuddin Badollahi kepada BKM mengatakan, persaingan kali ini tidak jauh berbeda dengan Pileg 2014. Pemilu lalu, ada empat incumbent yang terpental dan diisi oleh politisi wajah baru. Itu salah satu faktor yang membuat dirinya termotivasi terus terjun serta bersilahturahmi dengan konstituennya.

“Saya rutin setiap hari bertemu dengan masyarakat. Tidak hanya di Tamalanrea yang memang basis saya, tapi juga di Biringkanaya. Sekarang sistem jemput bola, bukan saya yang didatangi bola,” ungkap Syarifuddin, Selasa (29/1).

Menurut anggota DPRD Makassar ini, pendekatan yang dilakukan ke masyarakat dengan banyak mendatangi kelompok komunitas. “Upaya itu lebih kepada pengenalan ke masyarakat, apalagi partai kan mau kita lebih bekerja ke masyarakat langsung,” ucapnya. Syarifuddin mengaku sudah melakukan sosialisasi di Kelurahan Sudiang.

Sementara itu, Caleg PAN Makassar, Sangkala Saddiko juga mengaku intensif melakukan pertemuan dengan konstituennya di Biringkanaya. Sekali pun dia tidak memungkiri bahwa aktivitasnya kini banyak terkendala dengan banyaknya caleg lama yang kembali maju. Sebagai Caleg incumben, Sangkala mengaku terkendala persoalan waktu.

“Insya Allah saya mempertahankan suara saya kembali. Tapi memang ini kan kita punya dua pekerjaan. Menjalankan kerja politik jelang Pileg dan fungsi kedewanan kita . Apalagi, sebagai legislator harus terbuka waktunya selama 24 jam,” ujarnya. (ita/cha/b)



×


Tak Fokus Penggalangan, Bisa Terdepak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar