MAKASSAR, BKM–Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) mengukuhkan satu lagi Guru Besar Bidang Sosiolog Pertanian yakni Prof Dr Ir Hj Ratnawati Tahir, MSi, Selasa (24/11).
Pelantikan dan pengukuhan guru besar dilakukan langsung Rektor Unismuh, Dr Irwan Akib, MPd dalam rapat senat terbuka luar biasa.
Dalam pelantikan dan pengukuhan tersebut turut dihadiri Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Rektor Unhas, rektor Universitas Sawerigading, civitas akademika Unismuh, Ketua BPH Unismuh, dan ratusan dosen.
Kini Ratnawati, guru besar kedua Unismuh setelah Prof Dr Ir Salahuddin. Dalam pidato pengukuhan setebal 73 halaman itu, Ratnawati pilih topik, moderniasasi pertanian sebagai prime mover perubahan sosial masyarakat petani (perspektif pengembangan teori sosiologi okupasi pertanian). Ratnawati mengemukakan beragam problem, masalah kerentanan hidup, kemiskinan petani dan kerawanan pangan, kesenjangan petani kaya dan miskin karena perbedaan status dan kedudukan. Solusi menyatukan semua itu, menggunakan kerangka kerja “sustainable livelihoods”. Kerangka ini menggambarkan individu maupun kelompok penggerak berbagai asset dan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengatasi berbagai masalah dan ancaman. Dari konsep dasar ini masyarakat pedesaan bisa bertahan hidup (survival) dan mengatasi kesulitan hidupnya secara mandiri.
Pandangan Ratnawati Tahir cukup ideal dan aktual. Ditegaskan, modernisasi pertanian mempersempit ruang dan gerak usaha tani berskala kecil. Dan akan selalu menuntut pemakaian input modern, maka kelompok petani miskin (kecil) dapat diduga tidak akan kuat atau mampu meneruskan usahataninya karena biaya produksinya mahal sehingga tidak terjangkau oleh mereka. Bagi pemilik lahan, tentu saja potensi lahan yang dimiliki menjadikan posisinya bertambah baik. Pemilik lahan sempit (tidak memiliki lahan sama sekali), justru terjadi sebaliknya, tidak dapat mengakses teknologi baru.
Akhir paparan, Prof Ratnawati diapresiasi beberapa dekan, diantaranya Ketua Dekan Pertanian Unismuh, Ir H M Saleh Molla,MSi. Terutama sumport Rektor Irwan Akib. Rektor menyatakan ragam problem dipaparkan guru besar itu, dinilai sesuatu yang positif sebagai sebuah peta dan pengetahuan. Jelaslah, perjalanan yang ditempuh tanpa dibekali dengan peta dan pengetahuan tidak akan membawa siapa pun ke mana-mana. Selain itu juga mengundang pentingnya pelipatgandaan daya pikir manusia melalui peningkatan produktivitas. Produktivitas dimaksud adalah nilai kerja per satuan waktu dan penggunaan sumberdaya secara efisien untuk menghasilkan output lebih banyak dalam jangka waktu tertentu. (zai/war)
Unismuh Kukuhkan Guru Besar Sosiologi
×

