MAKASSAR, BKM — Dari 16 partai politik yang ikut kontestasi pemilu legislatif (pileg) di Sulsel, terdapat empat parpol yang diunggulkan. Masing-masing Golkar, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat.
Sejumlah hasil survei yang beredar di masyarakat menempatkan empat partai tersebut bersaing ketat. Ada lembaga yang memosisikan Golkar unggul. Ada pula yang menjagokan Demokrat dan Gerindra. Namun ada yang menempatkan Partai Nasdem yang unggul di Makassar.
Ketua DPD II Golkar Makassar Farouk M Betta, menyatakan keyakinan bahwa partai yang dipimpinnya akan tetap menjadi peraih kursi terbesar di Makassar.
Menurut politisi yang akrab disapa Aru ini, Partai Golkar sangat memperhatikan calegnya yang bertarung di pileg. “Golkar sangat ketat mengawal kadernya agar bisa masuk parlemen. Semua yang jadi caleg tentu menjadi perhatian partai,” ujarnya, Kamis (28/2).
Menurut Farouk, semua partai tentu bekerja di bawah kendali Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu). Bappilu bahkan punya raport jika caleg tak serius dalam bersosialisasi.
“Caleg diberi kebebasan untuk memakai akses struktur partai. Juga untuk menggunakan jaringan partai,” tandasnya.
Tak hanya itu, menurut ketua DPRD Kota Makassar ini, struktur partai menjadi gaet bagi caleg untuk masuk di masyarakat.
Keyakinan serupa disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali, dan Ketua DPC Partai Gerindra Erick Horas. Keduanya optimiss bila partai yang dipimpinnya akan menjadi pemenang di Makassar.
“Pada pemilu 14 April 2014 lalu, Demokrat meraih suara terbanyak dari Partai Golkar, Gerindra dan Nasdem. Hanya Demokrat beda 1 kursi di parlemen,” ujar Adi.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Andi Idris Manggabarani (IMB), menyebut partainya menargetkan 10 kursi untuk DPRD Kota Makassar. “Target setiap dapil yakni dua kursi. Jadi jika ada lima dapil, maka kita berharap bisa mencapai 10 kursi,” kata IMB, kemarin.
Menurut Idris, untuk wakil Partai Gerindra di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, partai bentukan Prabowo Subianto ini yakin akan meraih 14 kursi dari 11 dapil yang ada. “Kita target 14 kursi. Sebab hasil pemilu 14 April 2014 lalu kita sudah dapat 11 kursi,” terangnya.
Partai Keadilan Sehahtera (PKS) Sulsel juga mematok suara tinggi, baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten kota. “Untuk DPRD Makassar, PKS pasang target tujuh kursi. Sementara untuk DPRD provinsi ditargetkan 10 kursi,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Surya Darma, kemarin.
Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Imbar Ismail, mengaku bila target partainya lima kursi di DPRD Makassar, dan 11 kursi di parlemen Sulsel.
Sementara Sekretaris DPD Hanura Sulsel Affandi Agusman Aris, mengatakan target untuk DPRD provinsi sebanyak 11 kursi. Untuk keseluruhan yang ada di kabupaten kota sebanyak 85 kursi.
“Untuk itu peran infrastruktur dan caleg sangat diharapkan bekerja terstruktur, agar target yang hendak dicapai bisa terwujud,” ujar Affandi yang juga caleg DPR RI dari Dapil Sulsel I.
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel Muhammad Fadli Noor, mengemukakan bahwa target partainya adalah memperoleh satu fraksi di DPRD Sulsel.
“Hingga saat ini kita terus mengevaluasi perkembangan setiap dapil dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada agar target tercapai” tandas Fadli.
Adapun Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Sanusi Ramadan, mengklaim bahwa partainya juga punya target yang tinggi. “Target Perindo Sulsel untuk DPRD provinsi sebanyak tujuh kursi atau 1 fraksi. Begitu pula dengan 24 kabupaten/kota, ditargetkan masing-masing satu fraksi,” ujar Sanusi Ramadan.
Dr Azwar Hasan yang dimintai analisisnya, mengaku belum dapat memberi gambaran rill seperti apa partai yang menjadi unggulan nanti. “Saya kira perlu ada survei kalau partai unggulan,” ujarnya, kemadin.
Meski demikian, Azwar menggambarkan bila yang membuat parpol diunggulkan, salah satu dasarnya karena para calegnya orang yang sudah dikenal. Punya jaringan dan memiliki pengaruh yang luas. Mereka juga sudah di lapangan hingga ke akar rumput, alias bersentuhan langsung dengan masyarakat. (rif)
Empat Parpol Diunggulkan
×

