MAROS, BKM — Wakil Gubernur Sulawei Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama istri Naoemi Octarina, menghadiri peresmian gedung MTs/SMPTs Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur Tompobulu di Dusun Polewali, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu. Minggu, (3/3). Ponpes ini berada di bawah naungan Yayasan Haji Muhamman Nur.
Pembina Yayasan H Muhammad Syamsu Nur dalam laporannya mengatakan, Pesantren An Nur dirintis sejak dua tahun lalu. Dimulai dengan pendidikan membaca Alquran. Kemudian berkembang dengan membuka sekolah formal Madrasah Tsanawiyah. “Dan Insyaallah dua tahun lagi akan mendirikan Madrasah Aliyah,” ungkap Syamsu.
Pada kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Ponpes An-Nur yang dikerjakan selama 15 bulan untuk merampungkan bangunan tiga lantai tersebut.
Dia mengatakan, untuk membina pendidikan di pesantren tidak hanya berpikir setahun dua tahun. Akan tetapi harus berpikir bagaimana agar pesantren ini harus hidup seterusnya. ”Karena itu, dalam pelaksanaan MTs ini kami serius untuk peningkatan kualitas. Pada dasarnya pendidikan berkualitas menjadi modal bagaimana pesantren ini bisa menjadi mandiri, Kemandirian menandakan keberlangsungan pesantren selanjutnya,” ujar Syamsu Nur.
Syamsu Nur mengaku prihatin dengan kondisi generasi muda, khususnya usia SMP dan SMA yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Belum lagi keterlibatannya dalam masalah kriminal lainnya.
“Olehnya itu, kita harapkan agar generasi muda bisa paham pengetahuan agama dan umum, sehingga ke depan bisa menjadi tokoh,” imbuhnya.
Dijelaskannya, gedung MTs yang diresmikan ini memiliki tiga lantai. Di masing-masing terdapat empat ruang kelas. Pendaftarannya dibuka untuk umum. Mulai dibuka pada tahun ajaran baru dengan target tiga kelas atau 100 siswa.
Founder Fajar Grup HM Alwi Hamu juga hadir pada peresmian pesantren tersebut. Pengelola secara khusus mengangkat dirinya sebagai ketua dewan penasihat Yayasan Haji Muhammad Nur.
Alwi Hamu mengatakan, sesuai dengan namanya, An Nur berarti cahaya. Diharapkan pesantren ini menjadi cahaya untuk kemajuan pendidikan Alquran dan Bahasa Arab, khususnya di Kecamatan Tompobulu. “Karena bahasa Arab adalah bahasa induk agama islam,” tambahnya.
Dia bercerita kebersamaannya dengan Syamsu Nur yang merupakan pembina yayasan, sekaligus pendiri Pesantren Modern Am Nur ini sudah sejak tahun 1960-an.
Alwi berharap agar pesantren ini nisa lebih maju dan berkembang dengan baik. Dan yang mengajar lebih baik lagi.
“Sehingga tujuan membangun pesantren ini bisa tercapai. Yakni membina SDM berakhlakul karimah,” ujarnya.
Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sangat mengapresiasi pendirian pondok pesantren ini. Terlebih, kata Sudirman, almarhum orang tua H Syamsu Nur telah konsen dalam dunia pendidikan Islam sebelum Indonesia merdeka sekitar tahun 37-an.
Andi Sudirman mengajak menjadikan pondok pesantren ini sebagai tempat menempa diri menjadi pribadi muslim yang sejati. Yang menjalankan syariat dan akidah agama Islam.
Wagub pada kesempatan itu menyaksikan penandatangan prasasti peresmian Ponpes An-Nur, dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita sebagai simbol peresmian gedung ponpes.
“Kita berharap nantinya anak-anak atau generasi muda bisa kuat secara fundamental akhlaknya dan bagus ilmu moderennya. Apalagi jika MTs ini mengajarkan bahasa Arab dan bahasa Inggris,” tandasnya.
Usai peresmian MTs. diserahkan bantuan satu unit kendaraan roda empat dari Kalla Toyota, serta sumbangan buku dari Erlangga.
Turut menyaksikan Wakil Bupati Maros H A Harmil Mattotorang, dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulsel H Anwar Abu Bakar. Serta Komandan Kodim 1422 Maros Letkol Inf Farid Yudho, dan pejabat lainnya. (rhm-ari/rus)
Tempat Menempa Diri Jadi Pribadi Muslim Sejati
×

