pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tiga Curas Diciduk, Dua Didor, Satu Tewas

MAKASSAR, BKM — Di sebuah ruang sel tahanan Mapolsek Tamalate, Sabtu (2/3). Seorang lelaki dengan kaki terbalut perban putih tampak melangkah tertatih. Sesekali ia meringis kesakitan.
Pria bernama Rusli alias Culli ini baru saja mendapat tindakan tegas Tim Khusus Polda Sulsel. Ia dihadiahi timah panas saat dibawa untuk pengembangan kasus pada hari Jumat (1/3.)
Langkah tegas diambil polisi karena Rusli mencoba melakukan perlawanan saat digiring dalam pengembangan penunjukan rekannya berdasarkan pengakuannya. Namun di tengah perjalanan dia meronta hingga lepas dari kawalan. Rusli pun berlari.
Petugas kepolisian melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali. Namun diabakan. Moncong pistol lalu diarahkan secara terukur ke bagian kaki. Sebutir peluru melesat. Dor. Langkah Rusli pun terhenti. Sebutir timah panas bersarang di kaki kanannya.
Seketika itu juga Rusli rubuh tak bisa berkutik. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Aiptu Iqbal yang memimpin langsung proses penangkapan tersangka Rusli mengatakan, pihaknya bersama Personel Timsus sebelumnya menerima laporan korban ke polisi. Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti.
Pelaku yang sudah kami diidentitasnya itu diketahui tengah berada di rumahnya Jalan Metro Tanjung Bunga. Tanpa menunggu waktu, polisi langsung bergerak. Tersangka bernama Subandi berhasil dibekuk.
Dari tangan tersangka diamankan barang bukti gawai merek Oppo warna hitam, dan Samsung android J2. Selanjutnya Subandi bersama barang buktinya digiring ke posko Timsus Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan intensif.
Dari hasil pemeriksaan, Subandi mengakui perbuatannya yang melakukan pencurian dengan kekerasan (curas). Namun dia tak melakukannya sendirian.
”Tersangka melakukan pencurian ditemani rekannya bernama Rusli yang juga merupakan warga Jalan Metro Tanjung Bunga. Selanjutnya dilakukan pengembangan untuk mengejar Rusli,” ujar Aiptu Iqbal.
Rusli berhasil diringkus di rumahnya. Hanya saja, saat hendak digelandang ia melakukan perlawanan, sehingga lepas dari kawalan. Ketika mencoba melarikan diri, ia pun dilumpuhkan.
Selain keduanya, pada hari yang sama lagi-lagi Tim Unit Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel yang dipimpin AKP Edy Shabara juga menindak tegas seorang tersangka curas. Anton Sunandar (22) bahkan harus meregang nyawa di ujung bedil polisi.
Dalam catatan kriminal warga Maccini ini, ia mendalangi aksi curas pada 21 titik. Proses penangkapan tersangka tidak berjalan mulus. Saat diminta untuk menyerahkan diri, Anton berusaha melarikan diri.
Upaya persuasif berupa tiga kali tembakan peringatan tak ia hiraukan. Akhirnya, peluru menerjang tubuh tersangka. Seketika itu juga Anton tumbang. Selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit. Namun, ia meninggal di perjalanan akibat mengalami pendarahan hebat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan penangkapan Anton berdasarkan pengembangan dari dua rekannya yang lebih dulu diamankan.
”Dari keterangan kedua rekannya itu, terungkap bahwa tersangka Anton merupakan otak dari komplotan ini. Satu orang rekannya kini masih buron,” ujar Kombes Dicky. (ish/rus)



×


Tiga Curas Diciduk, Dua Didor, Satu Tewas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar