pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Aku Menjadi Kepala Keluarga untuk Suamiku

Jerit Batin Wanita yang Menikah karena MBA (1)

Cinta butuh pengorbanan. Seperti itulah yang dirasakan Sari (nama samaran). Perempuan berusia 28 tahun ini berkorban lahir batin terhadap suami tercintanya.

Sari kini rela menjadi penopang hidup, mencari nafkah untuk keluarganya dan membiayai pendidikan suaminya, Komar (samaran).
Suami yang dinikahi itu masih dalam proses studi saat mereka menikah dan belum memiliki pekerjaan. Sementara Sari menjadi sales promotion girl (SPG) perusahaan rokok.
Dia juga kerap menerima tawaran menjadi SPG di ajang pameran otomotif. Mereka menikah atas dasar cinta setelah melewati proses pacaran selama tiga tahun.
Itupun, Sari harus menikah karena telah hamil duluan alias Married By Accident (MBA)
Sari memang harus bekerja keras untuk membiayai keluarga kecilnya. Suaminya yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta belum bisa membantu Sari untuk mencari uang.
Yah, wanita berambut ikal itu meminta suaminya fokus dulu menyelesaikan kuliahnya yang sudah agak lama ditempuhnya. Dia terus mendorong dan menyemangati sang suami agar bisa menyelesaikan pendidikan. Alasannya, nilai jual seorang sarjana tentu berbeda dengan tamatan SMA saja.
Karena itulah, dia mati-matian mencari uang, walaupun dalam kondisi hamil tua.
Namun, suaminya, Komar, pada dasarnya orang yang santai. Walaupun dia didesak untuk menyelesaikan kuliah secepatnya, dia tetap saja bersikap santai. Itu kadang membuat Sari sedih. Dirinya banting tulang sementara suaminya kadang baru bangun pukul 10.00 wita pagi. Namun, rasa cinta terhadap sang suami mengalahkan segalanya.
Setelah melahirkan, otomatis biaya hidup mereka bertambah. Sari semakin harus kerja keras untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Namun dia tak pernah mengeluh. Wanita berkulit kuning langsat ini juga usaha kecil-kecilan dengan menawarkan produk perempuan yang dibelinya secara online. Hasilnya memang tidak seberapa namun cukup membantu untuk beli susu bagi anaknya.
Kuliah suaminya semakin tidak beraturan ketika anaknya butuh penjaga saat dia harus mencari uang.
Karena itu, dia memutuskan untuk menitipkan anak ke rumah kakaknya. Diapun menegaskan sang suami agar rajin berkuliah agar pendidikannya bisa segera kelar.
Perubahan terjadi.
Sang suamipun akhirnya rajin pergi kuliah. Hampir sebagian besar waktunya dihabiskan di kampus. Malah, Komar kerap pulang larut malam dengan alasan mengerjakan tugas-tugas kuliah.
Namun, suatu ketika, Sari menemukan BBM dari seorang perempuan bernama Dita di ponsel suaminya.
Bunyi BBM itu cukup mencurigakan. “Isinya, jangan lupa ntar malam kita karaokean yah say,” demikian bunyi BBM itu.
Isi BBM itu kemudian ditanyakan ke suaminya yang dijawab dengan santai. Dita itu adalah teman kampusnya. Mereka memang berjanji akan pergi karaoke tapi tidak hanya berdua melainkan bersama teman-teman grup diskusi yang dibentuk untuk menyelesaikan tugas kuliah.”Untuk refreshing setelah sibuk mengerjakan tugas kuliah,” kata Komar. Dan itu dipercaya oleh Sari. (rhm/cha/c)



×


Aku Menjadi Kepala Keluarga untuk Suamiku

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar