pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemprov Minta Bantuan Australia Tangani Penyakit Ternak

MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel menjajaki kerjasama dengan Australia terkait pengendalian penyakit ternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Abdul Azis menjelaskan, sejauh ini, Australia dinilai cukup berhasil dalam mengendalikan penyakit hewan, utamanya ternak.
“Karenanya kami mencoba menjajaki kerjasama dengan negara tersebut,” kata Abdul Azis di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5).
Dia mengemukakan, selama ini, kasus penyakit hewan cukup mengkhawatirkan seperti Brucellosis, Antraks dan Rabies.
Bahkan, kata Abdul Azis, untuk kasus rabies, sepanjang tahun 2017 hingga 2018, terdapat 6175 kasus gigitan anjing liar. Dari angka tersebut, 215 positif rabies dan 15 diantaranya meninggal dunia. Kasus terbanyak ditemukan di Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Gowa, Maros, dan Kabupaten Barru.
Pihaknya berharap melalui kerjasama dengan Australia nantinya kasus penyakit ternak di Sulsel dapat terkendali.
Potensi lain yang bisa dikerjasamakan dengan Australia, kata Abd Azis, terkait industri pakan ternak sekaligus pengembangan ternak sapi potong, unggas, hingga babi.
Pemprov juga mencoba menawarkan kerjasama rencana pembangunan rumah potong hewan modern.
“Semoga bisa terealisasi. Pemprov Sulsel bisa berkolaborasi utamanya dalam penyediaan bahan baku pakan ternaknya,” ungkap Abd Azis.
Untuk kepentingan kerjasama itu, pada 15 Mei mendatang, tim pakar dari Australia akan berkunjung ke Sulsel. Beberapa agenda akan dilaksanakan diantaranya seminar, temu bisnis dan dinner bersama Pemprov Sulsel. (rhm)



×


Pemprov Minta Bantuan Australia Tangani Penyakit Ternak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar