SAHUR Bersama Tokoh BKM kali ini bertandang ke kediaman Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar H Irwan Rusfiadi Adnan. Subuh yang dingin terasa hangat kala sambutan yang dilakukan Irwan begitu bersahabat.
JARUM jam menunjuk pukul 02.45 Wita. Irwan yang masih mengenakan celana pendek dan baju kaus, tampak tengah duduk di teras rumahnya. Ia ditemani beberapa warga sekitar. Mereka telah menunggu kedatangan tim dari BKM.
Rumahnya terletak di Jalan Sungai Limboto. Di sebuah lorong tak jauh dari markas Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar.
Irwan pun langsung mempersilakan untuk memasuki kediamannya. Terlihat istrinya Rezky telah menyiapkan sajian sahur. Ada beberapa menu rumahan, seperti ikan kering, perkedel jagung, serta tempe bacem.
Irwan mengatakan, momen saat sahur memang menjadi spesial bagi ia dan keluarganya. Tak ingin rasanya dirinya melewatkan sahur bersama di rumah.
Berbeda dengan saat berbuka puasa, momen sahur bagi Irwan menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul. “Sahur menjadi momen kumpul keluarga. Kalau buka puasa kan biasanya anak melakukannya bersama temannya. Saya juga terkadang tidak sempat berbuka puasa di rumah,” kata Irwan
Istri Irwan, Resky mengatakan ramadan menjadi saat untuk meraih pahala. Termasuk memberikan pelayanan sepenuh hati kepada suami. Seperti menyiapkan sahur dan berbuka. Pahalanya berlipat-lipat dari hanya sekadar tidurnya orang puasa.
Rezky menjelaskan, dirinya tanpa bantuan asisten rumah tangga memasak sendiri sajian sahur. Sebelum tidur seusai menunaikan salat tarawih, Rezky memasak menu santar sahur.
“Jam 12 malam saya harus masak, sekaligus menyiapkan masakan untuk antisipasi bangun terlambat. Karena suami dan tiga anak saya, juga mertua perempuan saya terbiasa sahur jam 3 pagi. Biasanya saya masak makanan sahur dengan mata sudah mengantuk akibat aktivitas di siang hari. Tantangan makin besar saat saya maju di legislatif. Untungnya, suami dan anak tidak menuntut agar saya menyiapkan menu-menu tertentu saat sahur,” terangnya.
Bagi suami tercinta, Rezky biasanya menyiapkan menu lauk yang digoreng. Seperti perkedel jagung dan ikan goreng. Terkadang pula tempe gorong. Tidak ketinggalan sambel.
”Saya ingin menyiapkan yang terbaik untuk suami tercinta, meski skill memasak saya pas-pasan,” tuturnya.
Terkadang, kata Rezky, bila melihat dirinya kelelahan, suaminyalah yang mengambil alih pekerjaan memasak. “Biasa bapak yang masak, goreng ikan atau tempe. Yang penting bahannya ada di kulkas. Masak sendiri. Dia tahu kesukaan anak bungsunya perkedel kentang, kadang suami yang gorengkan,” jelasnya.
Kediaman suami istri Adnan dan Rezky tidak pernah dikunci di bulan ramadan ini. Tak jarang, warga sekitar atau daeng becak biasa masuk saja ke dalam rumah mengambil makanan. Selanjutnya makan di teras. (jun-nug/rus/c)

