pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pernah Diinjak dan Diseruduk Hingga Memar

SEBAGAI seorang mahasiswa apalagi berada dalam lingkungan Fakultas Peternakan, dituntut untuk tidak alergi terhadap binatang ternak maupun bau kandangnya. bahkan mereka diwajibkan untuk selalu berada di lokasi tersebut. Seperti halnya yang dilakoni Arfan, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Menurut Arfan, bekal kuliah menjadi nilai plus baginya untuk bisa mahir dalam mengembangbiakan ternak. Bahkan dengan senang hati sepulang kuliah, dirinya beternak sapi setiap harinya.
Pria Kelahiran Makassar, 27 Maret 1995 ini mengatakan, jika beternak sapi dia lakukan rutin setiap hari, mulai memandikan ternak pukul 08.00 pagi dan membersihkan kandang serta memberikan makanan pukul 09.00. Sedangkan pukul 17.00 mencari pakan rumput setiap hari.
“Kalau pagi ada kuliah saya, kasih mandi dulu dan kasih makan baru berangkat kuliah. Tidak ada kuliah, yah urus sapi saja seperti biasa sekaligus belajar juga, karena saya menyusun skripsi juga soal ternak sapi,” ungkapnya kepada penulis.
Sudah dua tahun ini, Arfan habiskan kehidupannya selain kuliah dengan beternak sapi dan segala keperluan sapi. Ia dibantu kedua temannya mengurusi semua sapi di peternakan Unhas. Walaupun di awal-awal dirinya merasa risih dengan mengurusi dan beternak sapi, namun lambat laun dirinya sudah dijuluki temannya bapak sapi, sebab sudah akrab dan mengerti kemauan serta keperluan sapi.
“Dulu cuman diajak sama senior untuk kasih makan sapi, tapi lama-lama dosen yang suruh tinggal di basecamp sekaligus urus sapi ternak disini. Karena sapi, disinikan semuanya dipakai praktek sama mahasiswa, sebagian milik dosen pribadi. Karena sudah hafal apa keperluan sapi disinikan, beda kalau kita cuman hafal ilmu dan teorinya saja,” bebernya.
Lanjut anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku, suka maupun duka ia telah alami sebagai pengalaman hingga pernah diinjak dan ditendang sapi ternak sendiri.
“Kan dua tahun mi saya disini, tinggal disini dan urusi sapi disini. Tapi setahun pi saya urus sapi disini baru saya nyaman urusi sapi, kalau pertama-pertama itu saya pikirnya jurusan peternakan gampang ji itu, paling cuman ternak-ternak saja. Setelah kerja dan urusi disini baru tahu tidak segampang itu, sampai pernah saya mandi sapi saya diinjak kaki sampai memar, dikasih makan di tendang pernah mi’ sampai diseruduk juga,” jelasnya.
Anak dari Syamsu dan Jaleha ini juga membeberkan, dirinya secara perlahan mulai mencintai pekerjaan sebagai ternak sapi dan kuliah di peternakan dirasakannya berbeda yang memiliki tantanga tersendiri. Walaupun dulunya, Arfan sempat ingin mengambil sekolah prajurit tentara, namun belum memiliki jalan dan memilih beternak sapi saja.
“Dulu sempat daftar sekolah tentara tapi tidak lulus, nanti saya ikut jalur undangan lulusnya di peternakan, jadi saya ambil saja. Sekarang sudah senang dan pengalamannya juga banyak saya dapat, karena mengurusi sapi itu tinggal kasih mandi, makan terus kasih vitamin. Kalau sakit kita kasih obat cacingan saja selebihnya tidak ada yang susah, apalagi saya bertiga disini urus,” tuturnya. (*)



×


Pernah Diinjak dan Diseruduk Hingga Memar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar