MAKASSAR, BKM — Sepak terjang Kahar Daeng Sibali (43) dalam dunia kriminal berakhir sudah. Tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu kini tinggal nama.
Ia menemui ajal usai mendapat tindakan tegas tim gabungan Resmob Polres Sinjai, dibackup Resmob Polda Sulsel. Resmob Sinjai dipimpin Ipda Sangkala. Sementara Resmob Polda dikomandani Kanit AKP Edy Sabhara MB.
Sebelumnya, tersangka dibawa untuk pengembangan kasus. Berdasarkan pengakuannya, motor yang digunakannya melakukan pencurian di Kabupaten Sinjai, ada di Jeneponto.
Namun, saat berada di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, muncul akal bulusnya. Dia beralasan hendak buang air kecil. Karena sulit membuka resleting celananya, dia lalu meminta agar borgol di tangannya dilepaskan. Petugas yang mengawalnya kemudian memenuhi permintaan tersebut.
Begitu borgol lepas dari tangannya, tersangka memberontak dan mendorong lalu menyerang petugas hingga terlepas. Upaya persuasif dilakukan dengan melepaskan tembakan ke udara. Namun tersangka mengabaikannya.
”Anggota memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun tersangka tidak menggubrisnya. Dengan terpaksa Kanit Resmob Polda Sulsel membidik kakinya. Sebutir peluru menerjang paha sebelah kiri dan tersangka rubuh,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, Kamis (25/7).
Perwira tiga bunga melati di pundaknya itu melanjutkan, tim gabungan mengevaluasi tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara. Hanya saja, di tengah perjalanan kondisi jalan sedang macet sehingga memakan waktu lama untuk tiba di rumah sakit.
Setibanya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bhayangkara, dokter mangatakan nyawa tersangka tidak dapat tertolong lagi. Ia sudah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah Kahar dibawa ke instalasi forensik RS Bhayangkara.
Petugas media kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap mayat Kahar. Terdapat luka tembak pada paha bagian kiri.
Selain itu, juga dilakukan pengambilan sampel urine. Hasilnya, ternyata urine tersangka positif mengandung metamphetamin. Kuat dugaan Kahar telah mengomsumsi narkoba.
Sebelumnya, Kahar dilaporkan ke Polres Sinjai oleh seorang nasabah Bank BRI. Dalam keterangannya, ia menjadi korban pencurian. Barang miliknya berupa uang Rp10 juta, dompet, serta gawai yang disimpan di bawah sadel motornya raib digondol maling. Laporan korban teregistrasi dengan nomor: LP/174/VII/2019/ SPKT tertanggal 18 Juli 2019.
Tim Resmob Polres Sinjai yang dipimpin Kanit Ipda Sangkala turun melakukan penyelelidikan. Hasilnya, identitas tersangka teridentifikasi. Selanjutnya dilakukan penyelidikan keberadaannya. Akhirnya terungkap, tersangka tengah berada di Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Tim Resmob Polres Sinjai selanjutnya berkoordinasi dengan Resmob Polda Sulsel untuk memback up penangkapan tersangka. Sebuah rumah di Jalan Tamangapa dikepung. Hasilnya, tersangka tanpa perlawanan langsung dibekuk pada hari Rabu sore (24/7). Selanjutnya dilakukan penggeledahan.
Ia merinci barang yang berhasil disita dari tangan tersangka. Yakni satu unit gawai merek Realme. Tiga unit gawai Vivo. Satu unit gawai Xiaomi. Satu IPhone. Satu unit gawai Nokia. Satu unit gawai Samsung. Sembilan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu. Satu obeng. Dua kunci letter T. Dua kunci L. Satu buah jam tangan, dan satu dompet.
Setelah barang bukti dirampungkan di lokasi penangkapan, selanjutnya warga Jalan Rajawali, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso itu digiring ke posko Resmob Polda Sulsel bersama barang buktinya.
Saat diperiksa, tersangka mengakui telah menggasak uang milik nasabah Bank BRI Sinjai yang disimpan di bawah sadal motornya. Ia juga menyebut tujuh titik yang ditempatinya beraksi.
Usai melakukan aksinya di Sinjai, Kahar lalu kabur ke Jeneponto. Ia menyimpan motor yang digunakannya di sana. Selanjutnya bersembunyi di Tamangapa, hingga akhirnya diringkus. (ish/rus)
Tewas Usai Ditembak, Positif Konsumsi Narkoba
×

