SIDRAP, BKM — Pemkab Sidrap mendapat tambahan kuota gas elpiji bersubsidi 3 kg dari pertamina buat para petani. Seiring bertambahnya pasokan, Pemkab Sidrap dan aparat TNI-Polri melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran gas elpiji 3 kg sejak Rabu (31/7).
Titik pantau penyaluran dengan cara terjung ke lokasi penyaluran dengan cara mengikuti mobil truk pengangkut elpiji.
Kabid Perdagangan Dinas Perindag Sidrap, Ahmad Dollah Kamis, (1/8) mengatakan bulan Agustus, ada tambahan kuota elpiji 3 kg buat para petani Sidrap. Tambahan untuk mengantisipasi kelangkaan jelang lebaran lebaran Idul Adha.
“Stok petani ditambah 3.920 elpiji. Secara keseluruhan bisa dikoordinasikan ke pertamina. Untuk penyalurannya diawasi Disdag, TNI dan Polri” katanya.
Relations PT Pertamina MOR VII Sulawesi, Haris Yanuanza membenarkan penambahan kuota elpiji 3 kg untuk Sidrap pada Agustus.
Pertamina selama ini terus menjaga distribusi elpiji sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah.
Untuk Sidrap, Pertamina menambah pasokan untuk awal Agustus ini di wilayah Sidrap dengan alokasi juga ditambah sebanyak sekitar 38.640 tabung elpiji 3kg.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pertamina dalam menjaga adanya peningkatan konsumsi jelang Idul Adha sekaligus peningkatan pemakaian dikalangan petani.
Pertamina berharap agar masyarakat bisa menggunakan gas elpiji sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya.
Guna menghindari harga yang melonjak karena peran spekulan dan memancing kesadaran masyarakat agar membeli langsung ke pangkalan.
Pertamina juga memiliki varian elpiji bagi masyarakat dan pengusaha menengah, satu produk LPG Non-subsidi Pertamina adalah BrightGas, yang saat ini telah tersedia dengan berbagai ukuran yakni BrightGas 12 kg, BrightGas 5,5 kg dan BrightGas Can 220 gr.
“Itulah semua yang kita awasi sehingga penyalurannya merata dan kelangkaan ini bisa teratasi,” jelasnya.
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono menurutnya, pihaknya akan melakukan pengawasan dari agen, pangkalan hingga ke pengecer.
“Intinya kita akan mengawasi pendistribusiannya, mulai dari agen hingga ke pengecer, hal ini guna memastikan LPG tersalur tepat sasaran kepada warga” ujarnya.
(ady/C)

