pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Chaidir: Evaluasi BTS yang Dekat Sarana Publik

MAROS, BKM — Enam murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 240 Baddo-baddo, Desa Bajimangai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros yang menjadi korban rubuhnya tower menara Base Transceiver Station (BTS), kondisinya mulai membaik.
Sehari setelah kejadian, Rabu (14/8), tiga di antaranya sudah diizinkan pulang ke rumahnya. Pihak rumah sakit menerapkan berobat jalan untuk mereka. Sementara tiga lainnya masih dirawat intensif di ruang instalasi ICCU Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Zainuddin, orangtua salah seorang korban yang dihubungi, kemarin mengatakan kondisi anaknya yang menjadi korban ambruknya tower operator telepon selular XL berangsur membaik. Ia telah menjalani operasi akibat luka di batok kepalanya.
Hanya saja, hingga kemarin anaknya masih berada di ruang ICCU. Belum bisa dipindahkan ke ruang perawatan.
”Alhamdulillah, anak saya sudah selesai dioperasi dan sudah sadar. Tapi belum bisa ditemani, karena masih dalam tahap pemulihan,” jelas Zainuddin.
Ditambahkan, sejak kejadian belum ada pihak yang bertanggung jawab terkait biaya pengobatan anaknya di rumah sakit. Pihak rumah sakit belum meminta biaya pengobatan, sehingga dirinya belum tahu berapa yang mesti dibayarnya.
”Yang terpenting sekarang bagaimana anak saya bisa selamat dan sembuh dari lukanya. Soal siapa yang bertanggung jawab, belum ada yang menghubungi terkait biaya pengobatan,” ujar Zainuddin.
Menyusul peristiwa rubuhnya tower BTS, Zainuddin sebagai orangtua berharap agar penempatan infrastruktur pendukung jaringan komunikasi tersebut jangan di dekat sekolah dan pemukiman penduduk. Sebab risikonya sangat tinggi, dan dapat menimbulkan korban jika terjadi sesuatu.
”Kejadian di sekolah anak saya bisa menjadi contoh. Tower berdiri di dekat sekolah menimbulkan korban,” cetusnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Maros Andi Rosman, mengklaim proses perizinan pembangunan tower yang rubuh tersebut sudah sesuai prosedur. Semua syarat untuk penerbitan izinnya lengkap. Mulai dari masyarakat sekitar, hingga akhirnya terbitlah IMB.
“Kami sudah memeriksa berkas permohonan izin pembangunan tower tersebut. Semuanya lengkap, sehingga IMBnya terbit,” terang Andi Rosman.
Ketua DPRD Maros Chaidir Syam, mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. ”Kami mempersilahkan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan yang tuntas, karena anak-anak kita sudah menjadi korban. Kejadian ini harus mendapat perhatian kita semua, agar keberadaan tower di dekat sarana publik dievaluasi keberadaannya,” tandas Chaidir.
Kapolres Maros AKBP Yohanes Richard Andrias menjelaskan, pihaknya akan memanggil beberapa orang yang memiliki kaitannya dengan runtuhnya tower tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengusut siapa yang paling bertanggung jawab.
Saat ini, kata mantan Kapolres Toraja ini, polisi telah memeriksa beberapa orang saksi. Termasuk guru yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
“Kami akan memanggil beberapa orang yang memiliki kaitan dengan tower tersebut. Untuk saat ini kita telah memeriksa beberapa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian,” jelasnya.
Yohanes menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, tinggi tiang tower ini diperkirakan 25 meter, dengan diameter 40 cm. Patahan tower tidak terjadi di bagian bawah tiang. Melainkan pada ketinggian tiang 3 meter. (ari/rus/b)



×


Chaidir: Evaluasi BTS yang Dekat Sarana Publik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar