SEBELUMNYA, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Kwandy Salim menyarankan Pemerintah Kota Makassar agar tetap meningkatkan kegiatan yang bisa mendatangkan wisatawan baik lokal maupun nasional serta internasional.
Kwandy menyebutkan salah even yang mampu meningkatkan okupansi hotel di Kota Makassar sebenarnya adalah Eight Festival (F8). Olehnya Kwandy sangat menyayangkan jika pemerintah kota tidak menggelar kembali even ini.
Event yang bertaraf internasional, kata Kwandy mampu meningkatkan okupansi hotel di Kota Makassar hingga 20 persen. Olehnya ia berharap jika even ini bisa tetap dilaksanakan, walaupun oleh swasta.
“Saya kira event yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan okupansi baik itu skala lokal maupun nasional, sedikit banyaknya pasti berpengaruh terhadap okupansi hotel,” kata Kwandy.
Selain event yang bertaraf nasional yang bisa menyumbang okupansi hotel, sambung Kwandy juga kegiatan yang berskala lokal.
“Perayaan tahun baru juga, meskipun event bertaraf internasional tapi masing-masing wilayah merayakan, hal ini juga mampu menyumbang okupansi walaupun itu yang menginap wisatawan setempat,” ujarnya.
Sebelumnya, penggagas pelaksanaan F8, Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan jika pelaksanaan F8 akan tetap terlaksana tanpa keterlibatan pemerintah.
Danny sapaannya mengatakan, adapun yang menjadi alasan F8 2019 tetap direncanakan untuk dilaksanakan, karena festival yang mampu menghadirkan jutaan pengunjung ini, sudah masuk 10 top calendar nasional Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.
“Apapun yang terjadi, F8 akan tetap kita selenggarakan, Insya Allah nanti setelah pelantikan Presiden Republik Indonesia, Oktober mendatang, kita laksanakan. Karena kita akan mengundang presiden,” tegasnya.
Terkait dengan tempat penyelenggaraan, sambung Danny, dirinya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar.(nug/war/c)
PHRI Berharap Dilaksanakan
×

