pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Usahanya Merambah Hingga Keluar Sulsel

PENGANAN kecil bermerk Maysa Kitchen pun merambah hingga keluar Sulsel, ke Jawa, dan Manado. Saat ini, usaha Maysa Kitchen dapat meraih omset hingga puluhan juta setiap bulannya.

Laporan: JUNI SEWANG

“Pandai melihat kondisi saat ini di zaman kekinian, jadi kita mamfaatkan. Jenis yang lagi best seller atau banyak peminatnya yakni Pudding Choco Regal yang harganya mulai dari Rp35 ribu. Banyak dari kalangan seperti karyawan hotel, kaum milenial, ibu ibu arisan yang pesan, via whatsapp, atau sosial media lainnya,” jelas Sri Wahyuni kepada penulis.
Produk Sri pun merambah ke minimarket. Padahal, ungkapnya, semula perusahaan kesulitan untuk merambah distribusi minimarket. Dirinya mengaku takmenghadapi sejumlah hambatan.
“Setelah produk dianggap berkualitas dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Industri, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Makassar, saya dapat memasarkan produk di minimarket, dan warung warung kopi,” paparnya.
Dengan masuk ke warkop dan minimarket, Sri Wahyuni berambisi untuk meningkatkan kualitas dan memperbesar omset penjualan. Apalagi, saat ini usahanya tak hanya menangani produksi, sehingga fokus kepada penjualan.
“Produksi secara langsung tidak kami lakukan semua, karena kami serahkan ibu ibu rumah tangga sekitar rumah, sehingga kami lebih fokus kepada distribusi dan suplai,” terangnya.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, dirinya tak pernah membayangkan memiliki sebuah usaha. Hanya berjualan aneka kue kering, kini dia menjadi pengusaha yang terbilang sukses dan mempekerjakan berapa ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya. Bermula dari sekedar menyalurkan hobby, Sri Wahyuni tak memiliki perangkat apa-apa. Ibu rumah tangga yang sempat terjun bekerja di bidang marketing hotel ini, harus keluar setelah menikah berapa tahun lalu.
Dengan modal percaya diri, ia bersama orang tuanya ikut menjual makanan kecil ke sejumlah kerabat. Dari kediamannya di Jalan Nuri, Sri Wahyuni mendistribusikan kue keringnya melalui sosial media atau dalam jaringan (daring).
Semula, produk yang dijual adalah kue kering yang biasa dikomsumsi pada saat hajatan atau lebaran. Dengan memamfaatkan era modernisasi usaha dari berjualan makanan kecil menjadi bisnis aneka kue kering melalui sosial media. Model kemasan dan distribusi tak lagi dilakukan sendiri, tetapi menggunakan tenaga orang lain.
Sri merintis usaha aneka kue kering kemasan yang langsung didistribusikan ke relasi, hingga minimarket. Iapun memakai mobil sendiri untuk mendistribusikan produknya dan menggunakan moda transportasi daring atau lazim disebut online.
Tak hanya memproduksi makanan sendiri, ia juga mengambil makanan olahan dari pelaku usaha kecil lain untuk dikemas dan didistribusikan.
“Bermula dari kue kering, meramba kue basah, puding, kue tradisional, nasi kotak, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Untuk saat ini usaha ini banyak yang melirik,” ucap Sri Wahyuni.
Selain itu, varian produk makanan yang dijual kini mencapai puluhan jenis dari semula hanya tiga jenis. Usaha Sri Wahyuni juga menjual makanan dalam bentuk parsel saat menghadapi musim Lebaran.(*)



×


Usahanya Merambah Hingga Keluar Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar