MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel berharap pembangunan Wisma Negara bisa mendapat kucuran anggaran dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun sayang, hingga kini, pusat belum menggelontorkan anggaran bagi proyek yang dibangun di kawasan Centre Point of Indonesia itu.
Kendati belum masuk dalam program pembiayaan APBN, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tidak kehilangan akal agar proyek tersebut tetap berlanjut.
Selain mendapat lampu hijau menggunakan anggaran sekitar Rp51 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2016, Syahrul juga menggunakan strategi anggaran untuk Wisma Negara. Caranya, menitip proyek itu di program lain.
Dia mengaku, sebenarnya strategi ini sulit untuk dijelaskan.”Tetapi bisa saja kita dapat anggaran dari program ini maupun itu. Semua tergantung dari gaya dan kebijakan pemimpin,” kata Syahrul di Istana Negara usai menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Senin 14 Desember, lalu.
Perjuangan Pemprov Sulsel untuk mewujudkan Wisma Negara memang cukup berat. Sejak direncanakan 2009 lalu, pusat hingga kini belum menyetujui alokasi anggarannya.
Setelah sempat tertunda, pembangunannya akhirnya dimulai tahun ini. Pemprov harus merogoh anggaran dari APBD. Tahun ini, dialokasi Rp65 miliar.
“Biarlah kita berjuang sendiri dengan strategi yang bisa kita lakukan,” ungkap Syahrul.
Sementara itu, Sekprov Sulsel, Abdul Latif mengatakan, hasil konsultasi dengan Kemendagri Wisma Negara tetap disetujui alokasi anggarannya karena dianggap tidak melanggar surat Sesneg soal moratorium pembangunan gedung negara baru.
“Ini kan bukan gedung baru. Sudah lama direncanakan dan ini sudah ada bangunan dasarnya,” katanya.
Ditegaskan, Wisma Negara bukan hanya untuk kepentingan Sulsel. Negara juga punya kepentingan di dalamnya.
Wisma Negara dianggap tak jauh beda dengan Pasanggrahan zaman Belanda. Ia menjadi simbol akselerasi pembangunan suatu daerah. (rhm/war/c)
SYL Gunakan Strategi di Wisma Negara
×

