SIDRAP, BKM — Proses penangkapan Muhajir Cs, terduga pelaku pencurian ternak dan kekerasan disertai kepemilikan senjata api oleh Resmob Reskrimum Polda Sulsel, di Kelurahan Batu (bukan Desa Lagading), Kecamatan Pitu Riase, Sidrap Senin (14/12) pukul 04.30 Wita, dinilai janggal.
Proses penyergapan yang disebutkan disertai dengan aksi baku tembak antara sembilan personel Resmob Reskrimum Polda Sulsel di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ternyata tidak demikian faktanya.
Berdasarkan penuturan langsung Muhajir, melalui penyampaian Kades Lagading Alimuddin saat memberikan klarifikasi kepada wartawan di Pangkajene, Rabu (16/12), proses penangkapan terhadap Muhajir bersama dua rekannya, Ladini serta Suardi yang kini sudah mendekam di sel Polres Sidrap), ternyata tidak disertai aksi baku tembak antara Muhajir cs dengan polisi yang menyergapnya.
“Tidak ada aksi baku tembak sebagaimana yang marak diberitakan di media. Kejadian sebenarnya, saya dikepung saat tertidur di bawah kolong rumah di TKP. Di situ betis saya langsung ditembak. Ketika saya lari karena takut, saya kembali ditembak sebanyak dua kali,” ujar Muhajir ditirukan Kepala Desa Lagading, Alimuddin saat ditemui di Pangkajene, kemarin.
Pengakuan Muhajir itu dikuatkan sejumlah warga Lagading yang mendampingi Kades Alimuddin. Lima warga Lagading ini membenarkan tidak ada aksi baku tembak antara Muhajir Cs dan polisi. Demikian halnya dengan kepemilikan senjata organik laras panjang jenis tuger mini yang disita polisi di TKP, bukan milik Muhajir.
“Seolah-olah Muhajir Cs itu disergap karena tuduhan telah melakukan pencurian ternak serta kepemilikan senjata. Padahal, tidak ada pencurian serta kepemilikan senjata melibatkan Muhajir Cs. Saya kasihan atas nasib warga saya,” ujar Alimuddin diamini warga lainnya.
Pengakuan pengejutkan juga dikemukakan oleh Alimuddin. Dia menuding proses penyergapan Muhajir Cs itu justru bernuansa politik. Alimuddin mengklaim itu ada kaitannya dengan sengketa lahan PT Buli yang selama ini tak kunjung selesai.
Alimuddin mencurigai adanya pihak-pihak yang tidak senang dengan Muhajir Cs yang selama ini turut membantu PT Buli menertibkan sapi-sapi liar yang masuk ke dalam kawasan HGU milik perusahaan tersebut.
Prasangka Alimuddin itu tidaklah berlebihan. Sebab, kata dia, lima ekor sapi yang belakangan disebutkan sebagai barang bukti hasil pencurian, ternyata milik PT Buli dan telah diserahkan kembali ke PT Buli sebagai pemilik sah.
“Ceritanya, Muhajir Cs ini hanya membantu PT Buli menangkap sapi-sapi liar yang ada di dalam kawasan itu. Makanya, setelah sapinya tertangkap dan diamankan di TKP, sesaat kemudian kita serahkan kembali ke PT Buli. Itu ada berita acaranya kita buat,” tutur Alimuddin.
Sementara, Direktur Operasional PT Buli Mahfud Ibrahim yang dihubungi terpisah, mengamini pengakuan Muhajir maupun Alimuddin terkait lima ekor sapi yang dijadikan barang bukti dugaan hasil kejahatan pencurian ternak. Sebab, kata dia, lima ekor sapi dan satu ekor itu diakui merupakan hasil tangkapan Muhajir Cs.
Menurutnya, lima ekor sapi itu bukanlah hasil curian oleh Muhajir Cs, melainkan hasil tangkapan Muhajir bersama-rekan-rekannya atas permintaan PT Buli.
“Sapi itu milik PT Buli, bukan milik siapa-siapa. Nah, Muhajir Cs ini memang diminta oleh PT Buli untuk menangkapnya dan diserahkan kembali ke PT Buli. Lima ekor sapi tangkapannya itu sudah ada sama kami,” aku Mahfud.
Sementara itu, Polres Sidrap masih terus mendalami kasus ini. Selain masih menelusuri keterlibatan Muhajir Cs terkait dugaan kepemilikan senjata dan aksi pencurian ternak, Polres Sidrap juga intens memeriksa sejumlah saksi terkait temuan senjata organik laras panjang jenis ruger mini dengan kaliber 53.
Kemarin, Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Sidrap meminta keterangan Perwira Polres Sidrap berinisial Iptu RK. Pemeriksaan juga diarahkan pada saudaranya bernama Rahayu Kamran, guna mencari tahu ada tidaknya kaitan mereka dengan kepemilikan senjata itu.
Kapolres Sidrap AKPB Anggi Nualifar Siregar belum membeberkan hasil pemeriksaan Iptu RK dan saudaranya Rahayu Kamran tersebut. “Masih sedang diselidiki dan diperiksa. Apalagi masih sebatas laporan sepihak akan dugaan keterlibatannya,” ujar Anggi, menutup konfirmasi. (ady/rus/b)
Kades Lagading Sampaikan Pengakuan Muhajir
×

