MAKASSAR, BKM — Calon taruna dan taruni Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar tahun akademik 2019-2020 mengikuti kegiatan pendidikan dan latihan bela negara (Diklat Belneg) di markas Rindam XIV/Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini dibuka Jumat (18/10), dan berlangsung hingga Selasa (22/10).
Sebanyak 231 peserta mengikuti diklat. Hadir pada acara pembukaan Wakil Komadan Rindam Kolonel (Inf) Nugroho beserta jajarannya. Direktur Polimarim AMI Amrin Rani bersama seluruh wakil direktur juga hadir. Termasuk para civitas akademi dan karyawan Polimarim.
Komandan Dodik Belneg Rindam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Muh Silwanus, mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan Polimarim AMI setiap tahunnya. Dia pun memberi apresiasi dan menyebut belneg bagi calon taruna taruni sangat bagus. Khususnya dalam meredam berkembangnya paham radikal di kampus.
”Kita tidak ingin taruna taruni Polimarim AMI terlibat dalam praktik-praktik seperti itu. Sampai saat ini tidak ada kita terima laporannya,” ujar Muh Silwanus.
Sebab, lanjut Silwanus, selama mengikuti kegiatan belneg, para peserta dididik untuk disiplin. Begitu pun setelah selesai, perkembangan mereka di luar terus dipantau. Salah satu caranya mengintensifkan komunikasi dengan pihak kampus.
Selama mengikuti bela negara, peserta diberikan materi dalam kelas dan lapangan. Di antaranya wawasan kebangsaan, survival, baris berbaris, hingga montenering.
Wakil Komandan Rindam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Nugroho, menjaskan bahwa belneg pada intinya menumbuhkan karakter building kepada para peserta. Terutama disiplin waktu dan disiplin dalam mengikuti kegiatan.
”Taruna taruni Polimarim ini kan akan menempuh pendidikan di tempat yang baru. Jadi bukan militernya yang diajarkan kepada mereka. Melainkan materi yang berhubungan dengan kebangsaan, dinamika kelompok. Diakhiri dengan renungan malam. Tujuannya untuk mengajak taruna mengevaluasi diri,” ujarnya.
Diakui Nugroho, selama ini pihaknya selalu mencari umpan balik dari institusi yang melaksanakan belneg di Dodik Rindam. Hal itu dimaksudkan guna mengetahui apa ada perubahan yang dialami para peserta.
”Bukan hanya dari Polimarim kami melakukan itu. Tapi juga dengan lembaga lain. Hasilnya, setelah dididik di rindam, disiplin mereka mengalami peningkatan. Rasa setia kawannya bertambah bagus. Begitu juga jiwa korsanya. Motivasi belajar dan berlatih juga cukup tinggi,” terang Kolonel Nugroho.
Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani, berharap diklat belneg bagi catar catari ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya untuk lebih meningkatkan disiplin sebelum memasuki proses perkuliahan di kampus.
Sebelum mengikuti diklat belneg, calon taruna taruni Polimarim melaksanakan madabintal. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai penyesuaian kondisi baru bagi calon taruna taruni dengan lingkungan pendidikan dan latihan yang baru. Baik secara psikis maupun sosial, serta membentuk fisik, sikap, perilaku, dan penampilan sebagai seorang taruna/taruni. (*/rus)
Disiplin Catar-Catari Polimarim AMI Digembleng di Rindam
×

