MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota (pilwali) Makassar yang digelar 23 September 2020, diminati banyak kalangan. Mulai dari politisi, pengusaha, praktisi hingga birokrat dan mantan birokrat.
Sedikitnya ada 30 nama bakal calon (balon) wali yang bergulir selama ini dan telah mendapatkan dukungan publik. Mereka juga telah melakukan sosialisasi hingga mendaftar di sejumlah partai politik (parpol).
Balon yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel Irman Yasin Limpo, menyatakan sangat optimistis dapat dukungan parpol. “Saya sangat optimis,” ujar None, yang kini menjabat sebagai kepala Balitbangda Sulsel, Selasa (5/11).
Hal sama disampaikan mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI. Politisi Golkar Sulsel ini mengaku yakin. “Optimis sekalia, yee. Insyaallah,” katanya, kemarin.
Menurut Deng Ical, pihaknya akan terus berusaha menuju pilwali. “Yang pasti kita usaha terus untuk meningkatkan elektabilitas supaya jadi bahan pertimbangan partai,” jelas mantan sekretaris DPD Demokrat Sulsel ini.
Balon dr Fadli Ananda juga menyampaikan optimismenya. “Kami kami sementara menjajaki peluang-peluang ke partai pengusung. Kami optimis bisa bertarung di pilwali 2020 menggunakan partai,” tandasnya.
Politisi PDIP Andi Yagkin Padjalangi juga demikian. “Saya yakin bahwa semua partai pada prinsipnya mengacu pada hasil survei dalam menentukan dukungannya, kemudian variabel lainnya,” jelas mantan legislator Partai Golkar Sulsel tiga periode ini.
Pengusaha Abd Rachmat Noer juga mengaku terus menjalin komunikasi dengan elit partai. “Iya, melalui komunikasi politik dengan elit partai yang secara intens dilakukan selama ini dan untuk beberapa waktu ke depan, saya tetap optimis bisa mendapatkan partai. Saya merasa cukup memperoleh 10 kursi saja untuk digunakan sebagai kendaraan politik,” kata Rachmat.
Politisi Partai Golkar Makassar Haris Yasin Limpo juga tak ingin kalah optimisnya. “Pasti optimis, tapi itu area parpol untuk menentukan,” ujar mantan Dirut PDAM Makassar ini.
Hal sama disampaikan politisi PKS Muhammad Ikbal Djalil. “Insyaallah optimis. Masak bukan orang kader partai saja optimis kita tidak?” tulis mantan anggota DPRD Makassar dua peridoe ini.
Pengusaha asal Jakarta yang juga politisi Partai Golkar Andi Rukman Nurdin Karumpa, tidak ingin sesumbar soal dukungna partai politik. Ketika ditanya soal seberapa besar optimismenya menatap pilwali Makassar, pria asal Kabupaten Enrekang ini mengaku menunggu tanggal yang tepat. “Kita tunggu saja, dinda,” imbuhnya. (rif)
Pendatang Baru Optimistis Maju di Pilwali
×

