MAKASSAR, BKM–Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sudah resmi didirikan. Namun, belum dideklarasikan. Karena masih menunggu pengesahan dari Kemenkumham.
Partai Gelora, khususnya di Sulsel dikabarkan akan mengganggu soliditas kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal ini lantaran sejumlah kader PKS telah lompat ke partai baru yang didirikan oleh Anis Matta dan Fahri Hamzah tersebut. Seperti Syamsari Kitta, Mudzakkir Ali Djamil, Taslim Tamang dan lainnya.
Bendahara DPW Partai Gelora Sulsel Mudzakkir Ali Djamil menglaim jika Partai Gelora sudah lengkap karena telah terbentuk dengan struktur di 24 Kabupaten Kota se-Sulsel.
Menurutnya, pergerakan yang dibangun serta komunilasi yang rutin dilakukan sehingga struktur yang terbentuk di 24 daerah di Sulsel akan menjadi penggerak legalitas untuk diverifikasi nantinya.
“Struktur Partai Gelora di Sulsel sudah rampung 100 persen di 24 daerah Kab/kota. Setelahnya verifikasi Kemenkumham nanti,” ujarnya.
Dosen komunikasi dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad menilai, cukup sulit mendirikan partai baru. Karena banyak tantangan di era sekarang.
“Selain persyaratan yang cukup berat, juga membangun kepercayaan publik tidak gampang. Apalagi jika masih didominasi pemain lama,” ujarnya.
Kendati demikian, dia menyebutkan bahwa hadirnya Partai Gelora akan mengganggu soliditas PKS di berbagai daerah. Pasalnya kata dia, pengurus di pusat dan daerah kebanyakan bekas pengurus PKS.
“Jadi, pasti terganggu. Terliat Gelora bakal mengancam PKS karena beberapa tokoh partai itu pindah sehingga ganggu soliditas internal,” sebut dia.
Hal sama juga disampaikan pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono bahwa Gelora akan menyerap basis PKS. Pasalnya, karena hampir sebagian besar pengurus dan kader Partai Gelora adalah mantan pengurus dan kader PKS.
“Maka tentu saja hal itu akan berpengaruh ke PKS. Tapi kalau bicara eksistensi, saya kira pengaruh Gelora tidak akan sampai mengancam PKS, karena kalau dilihat dari komposisinya,” katanya. (rif)
Partai Gelora Akan Ganggu Soliditas PKS
×

