MAMUJU, BKM — Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Barat periode tahun 2017-2022, telah memasuki tahun ketiga dari penjabaran RPJMD melalui RKPD Provinsi Sulbar Tahun 2020, yang hingga saat ini sedang dalam proses pembahasan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2020 nantinya.
Wakil Gubernur Sulbar, Hj Enny Anggraeni Anwar, mengatakan, dengan adanya bimbingan teknis ini, OPD-OPD beserta seluruh perangkatnya diharapkan lebih serius lagi dan lebih memaknai apa arti dari tujuan Renstra itu demi kebaikan bersama.
Demikian disampaikan Wagub Enny Anggraeni saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Penyusunan Perubahan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2017-2022 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar di ruang oval kantor gubernur Sulbar, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut Enny mengharapkan agar para OPD lingkup Pemprov Sulbar terus berupaya mencapai target-target pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Sehingga dapat meraih tujuan bersama khususnya mengenai pertumbuhan ekonomi yang inklusif meski telah berada di atas rata-rata nasional, tingkat pengangguran terbuka yang masih perlu diturunkan, gini rasio yang terjaga, serta indeks pembangunan manusia yang masih berada di bawah rata-rata nasional.
”Bimtek Renstra RPJMD ini bertujuan untuk lebih memperbaiki Renstra sebagaimana yang telah disampaikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan akan memberikan bagaimana memberikan keseriusan dalam menghadapi RPJMD ke depan. Juga untuk visi misi gubernur Sulbar tahun 2022,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, mengemukakan, Renstra merupakan pedoman utama OPD yang tidak boleh dianggap remeh dan disepelekan. Sebab hal tersebut merupakan pedoman utama bagi para OPD khususnya dilingkup Pemprov Sulbar.
”Hal ini merupakan pekerjaan rutin yang sangat elementer. Artinya, kalau kita salah menetapkan rencana srategi maka selamanya akan salah bekerja. Makanya, tidak boleh main-main. Kita harus memastikan apa yang menjadi perkembangan global internasional itu baik lokal, harus diakomodasi untuk menyusun program-program kegiatan-kegiatan yang nyambung dengan masalah yang ada,” tandasnya.
Masih kata Idris, hendaknya para pimpinan OPD dan bawahannya agar dapat membiasakan melakukan suatu pertemuan dalam rangka memikirkan kemajuan dan kemaslahatan masing-masing organisasi. Sebab hal tersebut merupakan bagian yang sangat penting untuk dilakukan.
Kepada para OPD kiranya dapat menyelesaikan dengan cepat. Tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran sesuai ketentuan dan harapan yang ada. Juga hadir dalam Bimtek tersebut, masing-masing Asisten II Bidang Ekbang, Hamzah, Asisten III Bidang Administrasi, Djamila, para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, serta para tamu undangan. (ala/mir/c)
OPD Diharap Lebih Serius Maknai Tujuan Renstra
×

